Cathrina Grace: Sosok "Kartini Modern" di Balik Wajah Pariwisata Kota Tarakan

  • 23 Apr 2026 14:30 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Memperingati Hari Kartini, Cathrina Grace Loehat, Duta Wisata Kota Tarakan 2025, membagikan perspektifnya mengenai peran perempuan muda dalam memajukan daerah. Dalam bincang-bincang santai di program Sore Ceria RRI Tarakan, siswi SMA Negeri 1 Tarakan yang akrab disapa Katy ini menekankan bahwa semangat Kartini di era modern harus diwujudkan melalui prestasi dan kontribusi nyata.

Menjadi wajah pariwisata daerah di usia muda bukanlah perkara mudah. Katy mengakui adanya tekanan untuk selalu tampil sempurna di depan publik. Namun, ia menegaskan bahwa menjadi Duta Wisata bukan hanya soal kecantikan fisik.

"Kami dibekali dengan prinsip 3B, yaitu Beauty, Brain, dan Behave. Tidak hanya penampilan, tapi isi kepala dan etika dalam berperilaku jauh lebih penting," ujar Katy. Ia membuktikan hal tersebut dengan kemampuannya membagi waktu antara jadwal sekolah yang padat di kelas 11 dan tanggung jawabnya sebagai promotor wisata daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Katy juga memaparkan potensi wisata Tarakan yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Ia menyoroti beberapa lokasi unggulan seperti:

Peningki Laid, Situs sejarah yang menawarkan edukasi perang sekaligus pemandangan laut yang ikonik. Kawasan Mangrove, keunikan hutan di tengah kota yang menjadi ciri khas Tarakan dan Pantai Bali (Belakang Lingkas), destinasi favorit baru bagi pecinta matahari terbenam.

Katy juga membocorkan bahwa gelaran akbar Irau Tengkayu tahun ini direncanakan akan mengalami perubahan jadwal ke pertengahan tahun, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.

Sebagai bentuk dedikasi selama masa jabatannya, Katy memiliki visi besar untuk menjadi relawan bagi anak-anak di wilayah pesisir Tarakan. Ia merasa terpanggil untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah gempuran budaya luar.

"Saya ingin anak-anak Tarakan tidak hanya bangga pada budaya luar, tetapi paham dan cinta dengan budayanya sendiri sejak dini," tambahnya.

Menutup sesi dialog, Katy mengajak seluruh perempuan di Kota Tarakan untuk tidak takut melangkah keluar dari zona nyaman. Ia mengutip perjuangan Ibu Kartini sebagai bahan bakar untuk bermimpi setinggi mungkin.

"Jangan pesimis. Percaya pada diri sendiri adalah kunci. Perempuan Tarakan itu hebat, dan kita semua punya kesempatan yang sama untuk berkarya," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....