Sambut Kunjungan Menhut, Gubernur Kenalkan KKMB
- 08 Feb 2026 13:58 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan: Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Zainal A Paliwang menyambut kedatangan Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni dan rombongan pada Jumat (6/2/2026).
Kunjungan kerja menhut dalam rangka menghadiri peringatan Hari Lahan Basah Sedunia dirangkai dengan penanaman mangrove di Kaltara.
Kunjungan pertama menhut adalah ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Kota Tarakan. Gubernur Zainal turut mendampingi.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, selamat datang kepada pak menteri dan rombongan di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di kota Tarakan. kehadiran bapak menteri pada momentum peringatan Hari Lahan Basah Sedunia memberikan semangat baru bagi kami untuk terus menjaga ekosistem lahan basah sebagai benteng kehidupan masa depan," ujar Gubenur Zainal dalam sambutannya.
| Baca juga: Pemprov Teken Kerjasama Kementerian PPPA |
Disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kelestarian lingkungan dan keberadaan hidup masyarakat pesisir.
Gubenur menilai Kaltara adalah provinsi yang diberkahi dengan alam luar biasa yang memiliki wilayah pesisir yang penting bagi keberlangsungan bagi mahluk hidup.
"Terdapat ekosistem mangrove yang sangat penting dan strategis baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan kawasan pesisir dan abrasi serta merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Termasuk ekosistem langka dan endemik ini berkah yang harus kita jaga dan lestarikan secara berkelanjutan," tutur Gubernur.
Lebih lanjut mangrove juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan kemampuannya menyerap karbon sangat besar dibanding dengan hutan daratan.
Karena itu menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove merupakan salah satu langkah prioritas dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi karbon.
Gubernur menilai keberadaan KKMB Tarakan sebagai keunikan alam yang luar biasa yang dimiliki Kaltara
"Kawasan Konservasi mangrove dan Bekantan kota Tarakan bukan sekedar hutan melainkan benteng alami ditengah hiruk pikuk perkotaan dan pegiat perputaran perekonomian kota. Kawasan seluas 22 hektar ini memiliki fungsi vital sebagai penyangga abrasi penyedia oksigen dan rumah bagi keanekaragaman hayati," tutur gubernur.
Gubernur menjelaskan bahwa di KKMB ini hidup sekitar 15 jenis mangrove dan menjadi habitat bagi satwa endemik Kalimantan yang terancam punah yaitu Bekantan.
Data terakhir mendapatkan populasi Bekantan di KKMB Tarakan tersisa 41 ekor yang dibagi dalam tiga kelompok. Yaitu kelompok Michael, Rafael dan Joe.
"Ini adalah salah satu bukti nyata bahwa konservasi di tengah kota dapat berhasil jika dikelola dengan sungguh-sungguh Selain itu kawasan ini juga memberikan dampak ekonomi nyata destinasi wisata dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang konsisten dari berbagai negara," ungkap Gubernur.
Gubernur berharap kegiatan yang dilaksanakan ini bukan ceremony semata akan tetapi memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga lingkungan secara berkelanjutan serta melestarikannya.
Gubernur juga mengharapkan dukungan Menteri Kehutanan dalam hal penganggaran dan pengembangan infrastruktur serta menjamin kepastian hukum bagi mitra internasional dalam wujudkan pusat mangrove dunia di Kaltara.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BUMN, gubernur menyakini dapat menjadikan KKMB sebagai model percontohan konservasi yang sukses yang mengharmonisasikan fungsi ekologi edukasi dan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. (Rajab/Sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....