Menhut ke Kaltara Hadiri Rangkaian Hari Lahan Basah
- 06 Feb 2026 18:21 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan: Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2026.
Diawali kunjungan ke Kawasan Konservasi Mangrove dan abekantan (KKMB) di Tarakan pada Jumat (6/2/2026).
Menhut didampingi sejumlah pejabat. Di antaranya Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, Dyah Murtiningsih dan Head of Development Cooperation and Counsellor of the Embassy of Canada in Indonesia, Alice Birnbaum.
Sementara dari Pemerintah Provinsi !Pemprov) Kaltara hadir langsung Gubernur, H. Zainal Arifin Paliwang dan beberapa pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Menhut menilai meskipun ilmu pengetahuan modern dan riset telah memberikan banyak progres bagi Kehutanan dan lingkungan hidup, akan tetapi kearifan lokal juga dinilai penting sebagai bagian dari suatu informasi.
"Bahwa pengetahuan modern, riset, telah membuktikan bahwa banyak progres yang dilakukan oleh kita dalam kehutanan, lingkungan hidup. Namun tradisional knowledge atau kearifan lokal itu juga merupakan suatu sumber yang sangat penting untuk kita akui dan selebrasi bagai bagian dari sumber ilmu pengetahuan itu sendiri," ujar menhut.
"Kita tahu masyarakat kita sudah terbiasa dengan sistem pasang surut udah dipahami dari zaman nenek moyang kita sistem pertanian di lahan basah pola migrasi burung dan sebagainya di lahan basah, saya kira pengetahuan semacam ini perlu diinstitusionalisasi untuk dilakukan oleh universitas dan lembaga riset," sambung menhut.
Menhut menambahkan bahwa Indonesia telah menjadi anggota konvensi Ramsar, di mana Indonesia telah mendaftarkan 8 titik yang yang menjadi bagian penting dari konvensi Ramsar.
Karena itu menhut berharap lahan bahasa ini tidak hanya sekedar tanah basah akan tetapi mengandung biodversitas yang tinggi, sumber ekonomi sekaligus sumber penyerapan karbon yang tinggi.
Sebab menhut menilai dari seluruh lahan hutan mangrove di dunia, 23 persen ada di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara terbesar dengan rambut tropis di dunia.
Kunjungan kerja menhut Raja Juli Antoni selain ke KKMB, juga rencananya akan ke Kabupaten Bulungan untuk melakukan penanaman mangrove pada Sabtu (7/2/2026).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....