Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi Belum Berdampak di Tarakan

  • 29 Jan 2026 10:29 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kebijakan pemerintah pusat memangkas kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2026, belum berdampak di kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

Dari pantauan di salah satu SPBU yang berada di Jalan Mulawarman, Kamis (29/1/2026), terpantau aktivitas pengisian BBM berjalan lancar.

Meski terlihat ada antrean baik pada pengisian jenis pertalite maupun BBM jenis lainnya, namun kondisinya masih normal seperti hari-hari biasa.

Hal itu diakui juga salah satu petugas SPBU Mulawarman, Adityo. Menurutnya sejauh ini kondisi pelayanan pengisian BBM di SPBU Mulawarman berjalan normal.

"Lihat sendiri kan normal saja, tidak ada antrean panjang. Tarakan ini banyak pom bensin," ujar Adityo kepada RRI Tarakan.

Namun demikian, untuk BBM bersubsidi, pihaknya hanya menjual BBM jenis pertalite. Sedangkan untuk jenis solar bersubsidi sudah sudah tidak melayani.

Sesuai kebijakan Pertamina Patra Niaga, untuk penjualan solar bersubsidi sudah dialihkan ke SPBU yang berada di Kecamatan Tarakan Utara.

Adapun untuk harga, masih seperti yang ditentukan oleh Pertamina. Dimana untuk pertalite bersubsidi dijual Rp10.000 perliter. Sedangkan untuk Pertamax 92 dijual Rp12.950 perliter dan Dexlite dijual Rp14.100 per liter.

Demikian juga dengan kuota BBM, menurut Adityo, sejauh ini SPBU Mulawarman masih menerima kuota seperti biasa yang didistribusikan setiap hari.

Seperti diketahui, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memangkas kuota BBM bersubsidi untuk 2026, dengan kuota untuk Pertalite turun 6,28 persen dan solar bersubsidi turun 1,32 persen.

Kuota jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) minyak solar atau solar subsidi untuk 2026 sebesar 18.636.500 kilo liter (kl), turun 1,32 persen apabila dibandingkan dengan kuota solar subsidi tahun 2025 sebesar 18.885.000 kl.

Sedangkan kuota untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite pada 2026 sebesar 29.267.947 kl, turun 6,28 persen apabila dibandingkan dengan kuota Pertalite tahun 2025 sebesar 31.230.017 kl.

Sementara, minyak tanah mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen dari 525 ribu kl pada 2025 menjadi 526 ribu kl pada 2026. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....