Gelontorkan Rp12,5 Miliar, Kebun Raya Bundayati Kembali Dipoles
- 27 Jan 2026 17:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kembali mengucurkan anggaran besar untuk pengembangan Kebun Raya Bundayati.
Melalui APBD 2026, dana sebesar Rp12,5 miliar digelontorkan kepada dua perangkat daerah yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan.
Anggaran tersebut difokuskan untuk melanjutkan pekerjaan fisik dan penataan kawasan guna memaksimalkan Kebun Raya Bundayati sebelum resmi diluncurkan.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa intensitas aktivitas masyarakat di kawasan kebun raya saat ini cukup tinggi. Untuk itu, pemerintah perlu mengatur pemanfaatan ruang publik secara situasional demi kelancaran pembangunan.
“Bukan berarti kita membatasi masyarakat. Ini murni untuk memastikan pekerjaan fisik dan penataan kawasan bisa berjalan aman dan optimal,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan dua dinas teknis telah diminta untuk bekerja maksimal mengejar target penyelesaian. “Saya sudah instruksikan DPU-PR dan DLH agar pembangunan bisa rampung sebelum Oktober,” bebernya.
Target tersebut sejalan dengan rencana peluncuran resmi Kebun Raya Bundayati yang akan digelar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bulungan.
“Kita ingin Kebun Raya Bundayati benar-benar siap, baik dari sisi infrastruktur, penataan, maupun aspek konservasi,” jelas Syarwani.
Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta mengungkapkan anggaran Rp12,5 miliar tersebut diperuntukkan bagi tahap finishing sejumlah fasilitas penunjang kawasan.
“Pembangunan meliputi jembatan, musala, toilet, gazebo, labirin, embung, amfiteater, hingga rumah adat tiga etnis,” paparnya.
Menurutnya, pengembangan Kebun Raya Bundayati saat ini telah memasuki fase akhir. “Ini tahap penyelesaian. Sesuai arahan Bupati, Oktober ditargetkan sudah bisa launching,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Bulungan juga menyiapkan aspek ilmiah dan konservasi bekerja sama dengan BRIN. Termasuk penyusunan buku vegetasi dan tanaman dilindungi yang ada di kawasan kebun raya.
Iwan menuturkan meningkatnya kunjungan masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah. Beberapa tindakan tidak bertanggung jawab, seperti pengambilan tanaman, menjadi alasan perlunya pengaturan aktivitas pengunjung.
“Kalau kondisi di lapangan terlalu padat dan berpotensi mengganggu pekerjaan, maka akan dilakukan penutupan sementara yang sifatnya situasional,” akunya. (Ramlan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....