Lanud Anang Busra akan Diperkuat Skadron UAV
- 10 Okt 2025 13:13 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Naiknya tipe A Lanud Anang Busra di Tarakan, diikuti peningkatan pangkat jabatan komandan menjadi Marsekal Bintang Satu, menjadi langkah strategis TNI Angkatan Udara (AU) untuk memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan.
Komandan Lanud Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo, mengatakan, kenaikan tipe ini juga akan diiringi dengan rencana penambahan jumlah personel di pangkalan tersebut.
“Tarakan merupakan wilayah strategis sebagai daerah perbatasan dengan potensi sumber daya alam yang besar. Oleh karena itu, pimpinan TNI dan TNI AU memandang perlu untuk membangun Skadron UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di Lanud Anang Busra,” ujarnya, Jumat (9/10/2025).
Skadron Udara 53, yang direncanakan diresmikan pada 2026 oleh pimpinan TNI AU, akan mengoperasikan drone militer jenis CH-4 buatan China Aerospace Science and Technology Corporation. Drone ini memiliki jangkauan terbang hingga 5.000 kilometer dan mampu beroperasi di udara selama 30 hingga 40 jam.
“CH-4 dapat dipersenjatai dengan rudal atau bom, sehingga memiliki fungsi ganda, baik untuk intelijen, pengintaian, dan pengawasan (ISR) maupun sebagai drone serang,” jelas jendreral bintang satu ini.
Keberadaan Skadron Udara 53 di Tarakan diharapkan dapat memperkuat pengawasan udara di wilayah Kalimantan Utara, khususnya untuk mencegah dan mengidentifikasi aktivitas penyelundupan di perbatasan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TNI AU untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan nasional di kawasan strategis.
“Dengan kemampuan drone ini, kami dapat memantau wilayah secara efektif dan memberikan respons cepat terhadap potensi ancaman,” tambahnya.
Peningkatan status Lanud Anang Busra dan pembentukan Skadron UAV ini adalah komitmen Indonesia untuk memperkuat postur pertahanan di wilayah perbatasan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Utara yang kaya akan sumber d
aya alam. (Crz)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....