Sulit Move On? Ini Cara Ubah Patah Hati Jadi Prestasi

  • 09 Mar 2026 19:22 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Fenomena "bucin" (buta cinta) dan sulit move on atau bergerak maju menjadi topik hangat dalam siaran spesial Ramadan di Program Tauladan Programa 2 RRI Tarakan bersama Ustazah Haryanti, belum lama ini.

Mengusung tema "Plot Twist Cinta : Ketika Allah Mengubah Luka Menjadi Hikmah", pembahasan ini menarik perhatian banyak Gen-Z yang sering merasa dunianya runtuh akibat hubungan yang toksik atau sepihak.

Ustazah Haryanti menjelaskan bahwa merasa sedih atau "baper" adalah hal manusiawi. Namun, ia mengingatkan agar perasaan tersebut tidak membuat seseorang menjauh dari Allah SWT. Sebaliknya, saat hati hancur menjadi momentum terbaik bersujud lebih lama dan berdoa lebih khusyuk.

"Jangan biarkan luka membuatmu berhenti bersinar. Allah sedang menyiapkan kejutan di akhir cerita hidupmu," ungkapnya dalam sesi tanya jawab.

Ia menekankan bahwa seringkali Allah SWT mematahkan hati, agar berhenti berharap pada manusia dan kembali bergantung hanya kepada-Nya.

Mengenai hubungan yang menyakitkan, disarankan untuk melakukan evaluasi diri daripada terus meratapi kehilangan. Jika seseorang meninggalkan kita, itu adalah bentuk perlindungan Allah SWT agar tidak terjebak dalam situasi lebih buruk di kemudian hari.

Dalam siaran tersebut, muncul pertanyaan menarik tentang cara memaafkan orang yang telah sangat menyakiti. Ustazah memberikan tips untuk mengikuti teladan Rasulullah SAW, bahwa memaafkan dengan tulus, diperbolehkan juga untuk menjaga jarak demi menjaga kesehatan mental dan hati.

"Para pendengar untuk fokus pada self-improvement. Dengan memperbaiki adab, akhlak, dan kompetensi diri, Allah akan mendatangkan orang-orang baru yang jauh lebih baik dan tulus untuk membersamai langkah kita selanjutnya," bebernya.

Kisah sukses Nabi Yusuf AS kembali diangkat sebagai inspirasi bahwa jalan yang paling menyakitkan sekalipun bisa membawa seseorang pada puncak kemuliaan. Semua tergantung pada bagaimana cara kita merespons ujian tersebut dengan ketaatan. (Kartini/sti)

Rekomendasi Berita