Ramadan Dulu vs Kini: Dari Tradisi menuju Ketahanan Keluarga

  • 07 Mar 2026 11:36 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Ustazah Hj. Ramawati, S.Ag., dalam Dialog Ramadan di Programa 1 RRI Tarakan, menyoroti pergeseran makna pelaksanaan bulan suci dari masa ke masa. Ia menjelaskan bahwa jika dulu Ramadan lebih kental dengan penguatan tradisi turun-temurun, kini fokusnya harus beralih pada penguatan ketahanan keluarga di tengah gempuran zaman.

Salah satu fenomena yang disorot adalah perubahan kebiasaan saat waktu magrib tiba. Dahulu, orang tua sangat disiplin menyuruh anak-anak menutup pintu dan jendela serta berada di dalam rumah sebagai bentuk perlindungan diri. Namun saat ini, banyak keluarga yang justru menghabiskan waktu berbuka di luar rumah tanpa memperhatikan esensi ibadah.

"Rumah harus kembali menjadi pusat pendidikan karakter dan spiritual bagi anak-anak. Ketahanan keluarga dibangun melalui interaksi yang berkualitas, bukan sekadar berkumpul secara fisik namun masing-masing sibuk dengan gawai atau gadget masing-masing yang sering kali menjauhkan yang dekat, "Ungkapnya.

Dalam tausiahnya, Ustazah Ramawati juga menyinggung pentingnya peran ibu dalam membangun ikatan batin melalui masakan. Makanan yang diolah dengan kasih sayang dan kehalalan akan membentuk darah dan daging yang mendorong anak serta suami untuk memiliki pikiran dan sikap yang positif dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan terbesar keluarga saat ini adalah berkurangnya intensitas kebersamaan yang berkualitas. Banyak remaja yang lebih memilih berbuka bersama teman-teman di kafe namun mengabaikan kewajiban salat. Hal ini menjadi peringatan bagi orang tua untuk lebih cerdas dalam merangkul anak agar tidak kehilangan berkah Ramadan.

"Sebagai solusi, orang tua diajak untuk memposisikan diri tidak hanya sebagai otoritas, tetapi juga sebagai teman bagi anak yang sudah beranjak remaja. Pendekatan yang lebih halus, seperti mengajak wisata religi atau diskusi santai, jauh lebih efektif daripada sekadar melarang tanpa memberikan pemahaman yang logis,"Jelasnya.

Ustazah mengingatkan bahwa meski zaman berubah, hakikat Ramadan untuk mencapai ketakwaan tetaplah sama. Orang tua harus menjadi teladan utama dan tidak putus asa dalam mendoakan kebaikan bagi keluarganya, karena hanya Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....