Pelni Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Penumpang
- 06 Mar 2026 16:55 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - PT Pelni telah menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi arus mudik lebaran 1447 Hijriah.
Kepala PT Pelni cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi menjelaskan sejak 6 Maret, pihaknya talah memulai persiapan untuk menerima calon penumpang yang akan pulang ke kampung halaman.
Pihaknya telah menyiapkan skema yang akan diberlakukan mulai 6 Maret hingga 6 April 2026. Khusus rute Tarakan, PT Pelni menerapkan skema seperti tahun lalu.
Di antaranya menyiapkan 4 kapal. Terdiri dari dua kapal penumpang yaitu KM Bukit Siguntang dan KM lambelu serta satu kapal perintis serta satu kapal ready.
"Untuk armada yang kami siapkan diantaranya KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu, kemudian satu kapal perintis itu yaitu KM Sabuk Nusantara 97 dan satu lagi kapal Rede yaitu KM Ganda Nusantara 05," ujar Rony Masengi, Jumat (6/3/2026).
Dari 4 kapal tersebut, KM Sabuk Nusantara 97 dan KM Ganda Nusantara 05 sudah doking dan siap berlayar. Sementara KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu telah melakukan ramp check di beberapa pelabuhan yang disinggahi. Diantaranya pelabuhan Makassar dan Balikpapan.
Selain itu, pihaknya juga memperpendek rute pelayaran KM Lambelu dan Bukit Siguntang hanya sampai tujuan Makassar setelah itu kembali ke Tarakan.
Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus mudik.
"Kami melakukan penyesuaian rute dari kapal yang pola skema reguler kami melakukan langkah-langkah skema yang kapal itu tidak berlayar dalam waktu yang panjang tetapi kami memposisikan kapal itu hanya sampai di Makassar dan kembali lagi supaya bisa menjaga bahwa kita menghindari adanya penumpukan penumpang di Tarakan," ungkap Ronny.
Untuk memperlancar pelayanan kepada penumpang, PT Pelni juga menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait di pelabuhan seperti KSOP, Pelindo dan instansi terkait lainnya.
Dengan pola yang dilakukan ini diharapkan dapat memudahkan serta memberi rasa nyaman kepada penumpang untuk mudik ke kampung halamannya.
Ronny Masengi memprediksi lonjakan penumpang mulai terjadi tanggal 10 Maret dengan jumlah penumpang setiap keberangkatan di atas 1.000 penumpang.
Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 15 dan 16! Maret. Pihaknya telah menyiapkan KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu dengan mengajukan dispensasi secara keseluruhan diberikan 39 persen ke Kementerian Perhubungan RI. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....