Momentum Ramadhan Raih Kualitas Iman yang Paripurna

  • 05 Mar 2026 09:18 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadhan, umat Muslim di Kota Tarakan diajak untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas tahunan, melainkan fokus mengejar derajat mukmin yang paripurna.

Hal ini menjadi inti bahasan dalam Dialog Ramadhan yang menghadirkan Ustaz Sultan Halim sebagai narasumber di Studio Pro 1 RRI Tarakan. Beliau menekankan bahwa ibadah puasa merupakan ujian keimanan yang membutuhkan kesungguhan batin agar tidak hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga semata.

Keimanan yang kokoh diibaratkan sebagai mesin penggerak utama dalam melaksanakan perintah Allah yang berat, seperti shalat lima waktu hingga berzakat.

Ustaz Sultan menjelaskan bahwa bagi warga Tarakan yang memiliki iman kuat, ibadah tidak lagi dirasakan sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan spiritual yang menyejukkan. Salah satu ciri utamanya adalah hati yang bergetar saat mendengar kumandang azan di sela-sela kesibukan aktivitas sehari-hari.

Dalam tausiahnya, dipaparkan ciri-ciri mukmin yang sempurna menurut Surah Al-Anfal, yakni mereka yang bertambah imannya saat mendengar ayat Al-Qur'an dan senantiasa bertawakal.

Tawakal ini sangat relevan bagi masyarakat Tarakan dalam menghadapi persaingan hidup yang ketat, di mana hasil usaha harus diserahkan sepenuhnya kepada ketetapan Yang Maha Kuasa. Sikap ini diyakini mampu menjaga ketenangan jiwa di tengah dinamika ekonomi dan sosial kota.

Ustaz Sultan juga memberikan kiat praktis untuk meraih iman paripurna, salah satunya dengan meniatkan puasa untuk memperbaiki diri secara total.

Beliau mengingatkan agar warga berhati-hati dalam menggunakan gawai dan media sosial selama berpuasa. Penggunaan HP yang berlebihan tanpa kontrol dapat menjadi "pedang bermata dua" yang justru merusak kualitas ibadah batiniah dan membuang waktu produktif selama bulan suci.

Selain itu, menghidupkan Al-Qur'an dan memaksimalkan shalat malam seperti Tarawih dan Tahajud menjadi sarana penting untuk memperkuat koneksi spiritual.

Warga Tarakan didorong untuk menyisihkan waktu emas doa, terutama di saat sahur, setelah Subuh, dan menjelang berbuka puasa. Momen-momen tersebut merupakan waktu yang sangat mustajab di mana pintu langit terbuka lebar bagi hamba yang memanjatkan doa dengan tulus.

Terkait fenomena sosial saat ini, dialog juga menyentuh soal pentingnya menjaga keikhlasan di tengah tren "update status" atau pencarian validasi di media sosial.

Ustaz Sultan menyarankan agar sebisa mungkin melakukan kebaikan secara senyap seperti "Si Pitung" untuk menghindari sifat riya. Namun, jika ingin berbagi kebaikan melalui media sosial dengan niat syiar dan mengajak orang lain, hal tersebut tetap diperbolehkan selama hati tetap terjaga.

Sebagai penutup, ditekankan bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah, sehingga umat manusia dilarang untuk saling menghakimi kualitas iman sesamanya.

Masyarakat Tarakan diharapkan terus melakukan muhasabah diri setiap malam sebelum tidur untuk mengevaluasi ucapan dan tindakan yang telah dilakukan. Dengan semangat perbaikan diri ini, diharapkan lulusan "madrasah Ramadhan" tahun ini menjadi pribadi yang lebih lembut hatinya dan mulia akhlaknya bagi sesama. (ADR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....