Ustaz Fahmi Ajak Gen Z Bangun Ramadan Culture yang Positif
- 24 Feb 2026 13:04 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Fenomena Ramadan di kalangan Generasi Z (Gen Z) kini tak lepas dari berbagai tren media sosial. Namun, dalam program "Tauladan" RRI Tarakan, Ustaz Dr. Fahmi Syam menekankan bahwa hakikat Ramadan Culture bagi anak muda bukan sekadar soal berburu takjil atau pamer outfit Ramadan, melainkan transformasi karakter menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Ustaz Fahmi menyoroti kebiasaan anak muda zaman sekarang yang lebih cepat memperbarui status media sosial daripada memperkuat keimanan. Menurutnya, Ramadan adalah momen yang tepat untuk me-reset kebiasaan negatif, seperti overthinking yang berlebihan atau kecanduan konten negatif, menjadi aktivitas yang lebih bermakna.
"Ramadan datang bukan untuk menghakimi masa lalumu, tapi untuk mengundangmu jadi versi terbaik dari dirimu. Perubahan besar sering dimulai dari satu sahur dengan penuh kesadaran," ujar Ustaz Fahmi dalam tausiahnya di hari keempat Ramadan 1447 Hijriah.
Ia juga menyentuh fenomena FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan remaja. Banyak Gen Z yang hanya ikut-ikutan tren tanpa tahu manfaatnya. Ustaz Fahmi mengajak para pemuda untuk mengganti budaya nongkrong menjadi tadarusan, serta mengubah sensasi menjadi prestasi yang membanggakan orang tua dan agama.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menjadi remaja hebat bukan berarti memiliki pengikut (followers) terbanyak, melainkan menjadi individu yang paling dekat dengan penciptanya. Ramadan harus mampu mengubah karakter anak muda agar lebih bermanfaat bagi lingkungan sosial dan tidak hanya terjebak dalam euforia sesaat.
Pesan kuat yang disampaikan adalah masa lalu boleh kelam, namun masa depan harus bisa disulam dengan kebaikan selama bulan suci ini. Ustaz Fahmi berharap Ramadan kali ini menjadi awal bagi Gen Z untuk lebih sopan kepada orang tua, jujur di sekolah, dan santun dalam berselancar di dunia maya.
Dengan adanya pencerahan ini, diharapkan anak muda di Kota Tarakan dan sekitarnya dapat menyerap nilai-nilai kebaikan Ramadan secara mendalam, sehingga "Ramadan Culture" tidak hanya menjadi istilah keren, tapi nyata dalam perubahan sikap sehari-hari. (Rst)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....