Ustadz Abdul Basit Beberkan Berbagai Fadilah Ramadan

  • 20 Feb 2026 19:07 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Bulan Ramadan 1447 Hijriah telah tiba, membawa suasana penuh keberkahan bagi umat muslim. Bahkan, Ustad Abdul Basit dalam Dialog Ramadan RRI Tarakan, menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan tamu agung yang membawa hadiah pengampunan dosa.

Ia mengingatkan umat Islam untuk menyambut bulan ini dengan persiapan mental dan iman yang kokoh. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah janji Allah SWT mengenai pengampunan dosa.

Mengutip hadis Rasulullah SAW, Ustad Abdul Basit mengungkapkan bahwa siapa pun yang berpuasa dan mendirikan salat malam dengan penuh keimanan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi hamba-hamba Allah untuk melakukan "pemutihan" atas kesalahan selama 11 bulan terakhir.

Selain pengampunan, Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Quran. Ustaz Abdul Basit mengajak para pemirsa untuk menjadikan kitab suci tersebut sebagai teman utama selama sebulan penuh. Membaca Al-Quran, meskipun masih terbata-bata, tetap dijanjikan pahala yang berlipat ganda dan menjadi salah satu golongan yang dirindukan oleh surga.

Dalam dialog tersebut, ia juga menyinggung tentang malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam diimbau untuk memperkuat ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Keberadaan malam istimewa ini merupakan bukti kasih sayang Allah SWT yang memberikan nilai tambah luar biasa pada setiap amal ibadah jika dilakukan secara sungguh-sungguh.

Persiapan kesehatan juga menjadi perhatian, karena fisik yang sehat akan menunjang kualitas ibadah. Ustaz Abdul Basit mendoakan agar seluruh masyarakat diberikan kekuatan lahir dan batin untuk mengoptimalkan bulan ini. "Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengarahkan kembali nafsu ke arah yang lebih positif," bebernya.

Sebagai penutup, mengingatkan agar umat Islam tidak hanya fokus pada ibadah puasa, tetapi juga ibadah penyerta lainnya seperti zikir dan sedekah. Nilai kebaikan di bulan ini tidak akan ditemukan di bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, sinergi antara kesehatan fisik dan keimanan menjadi kunci utama meraih kemenangan di hari raya nanti.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Dengan manajemen waktu dan hati yang baik, Ramadan 1447 H diprediksi akan menjadi perjalanan spiritual yang mendalam. Semoga setiap tetes keringat saat beribadah bernilai pahala yang tak terhingga di sisi Allah SWT. (Bay/sti)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....