Ramadhan dan Lebaran di Tarakan, Takjil dan Parsel Dipastikan Aman
- 11 Mar 2025 13:27 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Pemerintah dan berbagai instansi terkait memastikan bahwa takjil serta parsel Lebaran yang beredar di pasaran aman untuk dikonsumsi selama Ramadan. Pengawasan terhadap makanan dan minuman khas bulan suci ini semakin diperketat guna menghindari bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
“Selama bulan Ramadan, kita melakukan pengujian takjil pak. Jadi, produk-produk takjil yang dijual oleh masyarakat di beberapa sentra, titik-titik tertentu, kita lakukan pengujian. Apakah dia mengandung bahan berbahaya atau berformalin, atau yang bisa merusak. Tetapi memang puji Tuhan, beberapa produk yang kita uji ini masih memenuhi syarat,” ungkap Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Tarakan, Herianto Baan S.Si, Apt dalam Dialog Interaktif Sapa Kaltara edisi kamis (6/3).
| Baca juga: Pawai Takbir Sambut Idul Fitri di Tarakan |
Selain takjil, lanjut Herianto, parcel lebaran yang banyak beredar di toko maupun yang dijual di supermarket juga menjadi perhatian. Beliau mengimbau para penjual untuk memastikan produk dalam parsel mereka memiliki izin edar resmi, tidak mengandung bahan yang dilarang, serta tidak melewati masa kedaluarsa.
“Bagi pembuat parsel, untuk memastikan produk yang dibuat minimal pertama harus ada ijin edarnya. Kedua adalah batas expired-nya harus minimal 6 bulan, tidak boleh kurang dari 6 bulan. Karena apa? Parsel itu kan jauh, baru dibuka kan? Biasanya dipajang dulu dan sebagainya. Nanti 3 bulan, 4 bulan, baru dibuka, seperti itu. Ketiga tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang seperti miras. Ya yang namanya syariat Islam kan gak boleh,” tambah Herianto.
Masyarakat juga diimbau lebih cermat dalam memilih menu berbuka dan parsel lebaran. Jika menemukan takjil atau parsel yang mencurigakan, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
“Mari kita menjaga diri selama bulan Ramadan dengan tetap mengkonsumsi produk-produk yang aman bermutu dengan cara cek klik. Cek kemasannya, apakah kemasannya masih bagus. Cek labelnya, apakah labelnya mengandung informasi-informasi yang kita butuhkan, terutama informasi gizinya. Ini yang kadang kala masyarakat terlewat, yang penting manis. Perhatikan kadar gizinya, berapa lemaknya, berapa karbohidratnya, gulanya, supaya apa? Kita bisa menjaga diri kita untuk tetap sehat. Ketiga adalah izin edarnya. Izin edarnya penting supaya kita memastikan produk yang kita konsumsi ini terjamin. Yang keempat adalah tanggal kadaluarsanya itu jangan sampai lewat,” pesan Herianto kepada masyarakat.
Langkah pengawasan dan himbauan ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita tanpa khawatir terhadap keamanan pangan di Kota Tarakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....