Belajar Memanfaatkan Waktu Seperti Ibnu Jarir Ath-Thabari

  • 08 Mar 2025 14:28 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Waktu menjadi aset berharga yang dimiliki setiap manusia, namun hanya sedikit yang mampu menggunakannya dengan maksimal. Sejarah mencatat nama-nama besar yang menjadikan setiap detik dalam hidupnya sebagai ladang ilmu dan karya, salah satunya adalah Ibnu Jarir ath-Thabari.

H. Syopyan S.Ag., M.Pd, dalam kesempatan Dialog Ramadhan bersama Pro 1 RRI Tarakan, mengisahkan salah satu ulama besar tersebut. “Saya ambil salah satu contoh ulama Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari. Beliau lahir tahun 223 dan meninggal tahun 310 Hijriah. Sepanjang hidupnya, beliau tercatat telah mengumpulkan tidak kurang dari 358.000 halaman sepanjang hidupnya,” tutur Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan ini.

“Kita coba hitung-hitung secara matematis dikurangi masa baligh dia 14 tahun. Maka, selama sepanjang hidupnya beliau telah menulis tidak kurang dari 14 halaman setiap harinya. Masyaallah,” puji Ustadz Syopyan.

Sebagai seorang ahli tafsir, hadits, dan sejarah, Ath-Thabari telah memanfaatkan dengan baik setiap waktu yang beliau punya. “Karya karyanya sangat luar biasa. Begitu perhatiannya beliau dengan waktu, sampai-sampai ketika satu jam sebelum beliau meninggal, beliau masih menyempatkan diri untuk menulis satu doa yang baru saja ia dengar dari Ja’far bin Muhammad,” ungkap Ustadz Syopyan.

Dalam jurnal yang ditulis oleh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Tangerang, Asep Abdurrohman, Ath-Thabari disebut sebagai ‘Ilmuwan Ensiklopedik’. Dua karya masterpiece yang membuat popularitasnya meluas diantaranya Tarikh al-Umam wa al-Muluk dan Jam’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an.

“Saya kira beberapa gambaran dari para Salafush Shalih dalam menggunakan waktunya. Mereka tidak ingin waktunya terbuang sia-sia tanpa suatu amalan yang bermanfaat. Sekarang, mari kita renungkan, sudahkah kita mengikuti jejak mereka dalam memanfaatkan waktu, menggunakan dan menjaga waktu yang Allah berikan kepada kita. Karena faktanya, banyak waktu kita terbuang bukan untuk hal-hal yang positif tetapi ada untuk hal-hal yang negatif, hal-hal yang sia-sia, hal-hal yang tidak bermanfaat,” nasihat Ustadz Syopyan pada kesempatan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....