Yansen Berharap Suara Rakyat Diposisikan dengan Tepat
- 18 Jan 2026 17:59 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Utara (Kaltara), Yansen Tipa Padan tidak mempersoalkan apa pun sistem pemilihan yang digunakan nantinya.
Akan tetapi ia mengingatkan agar suara rakyat tetap diposisikan dengan tepat. Karena dalam sistem demokrasi, suara rakyat adalah suara Tuhan.
Hal itu disampaikannya menanggapi wacana pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPR dan DPRD.
"Terlepas nanti pemilihannya di DPR tapi interaksi kita kepada masyarakat harus tetap maksimal tetap menempatkan masyarakat sebagai kekuatan dari pada kekuatan politik kita untuk pemerintah," ujar Yansen kepada awak media, Senin (12/1/2026).
Karena itu, Yansen tidak menginginkan dengan sistem yang baru nanti dapat menghalalkan segala cara. Karena tujuan pemilu adalah untuk membangun bangsa dan negara yang berlandaskan pada Pancasila.
"Kalau politik kita tidak berindikasi kepada kekuatan rakyat, yakin negara kita ke depan akan menjadi pertanyaan besar apakah politik kita masih politik pada rakyat atau berorientasi pada liberalisme? Maaf ya kalau berlebihan, saya katakan orang tidak berpikir lagi idealisme, orang berpikir sekarang bagaimana kita menang, segala cara pun ditempuh. Bisa mengolah peraturan, segala macam, sah-sah saja karena aturan. Tapi apakah aturan itu menjawab tantangan perjalanan bangsa kita ke depan?," tutur Yansen.
Yansen sendiri menegaskan kesiapan DPD Partai Demokrat Kaltara mengikuti apa pun sistem pemilihan yang akan digunakan nantinya.
Menurut Yansen, pihaknya tidak mempersoalkan apapun pola yang akan digunakan. Yang terpenting Partai Demokrat bisa mengikuti semua agenda pemilihan baik pemilu nasional maupun pilkada.
"Apapun situasinya, model pilkada atau pemilu itu sendiri itu bukan persoalan bagi kita. Yang utamanya kita mengikuti seluruh agenda yang dilaksanakan baik pelaksanaan pilkada maupun pemilu nanti. Tinggal formula saja. Kalau nanti kebijakannya harus DPR, ya kita menyesuaikan," tegas Yansen.
Ia menekankan, Partai Demokrat harus menjadi bagian dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kaltara. Sebab Partai Demokrat merupakan partai besar di Kaltara dengan meraih 6 kursi dan menduduki unsur pimpinan di DPRD Kaltara. Capaian signifikan juga diraih di DPRD kabupaten dan kota. Bahkan di Malinau, Demokrat bisa meraih 9 kursi.
"Kita bertekad Demokrat ini harus menjadi bagian dalam penyelenggaraan pemerintahan pembangunan di Kaltara tidak sekedar hanya ramai-ramai kontestasi politiknya tapi kita ingin partainya menjadi wadah dari masyarakat dan partisipan terutama para generasi muda," tutur Yansen.
Yansen tidak mau berspekulasi sistem yang baik yang bisa diterapkan. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan DPR untuk menentukan sistem pemilu yang tepat.
"Ada pun menyangkut isu sistem pemilu kita melalui DPR, kita tunggu lah modelnya seperti apa. Yang pasti kita harus siap dalam semua situasi," tegas Yansen.
DPD Partai Demokrat Kaltara sendiri telah memulai persiapannya dengan telah menggelar rapat kerja daerah di Tarakan pada 13-14 Januari yang mengevaluasi sekaligus merumuskan program kerja menyongsong pemilu dan pilkada.
Yansen menekankan perlunya kader Partai Demokrat konsisten pada prinsip perjuangan partai. Yaitu sebagai partai yang nasional - religius dan berpihak pada rakyat.
"Partai kita harus pada koridor itu, kita tidak mengejar popularitas untuk menaikkan level partai semata, tapi kita betul-betul menempatkan partai ini wadah bagi masyarakat terutama trennya ke depan adalah pemuda dan kaum milenial. Artinya partai kita harus aktual dan relevan sepanjang zaman," pinta Yansen. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....