Sabeum Devi Ungkap Suka Duka Melatih Atlet Taekwondo Polda Kaltara

  • 28 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan -Rasa bangga dan haru disampaikan pelatih tim taekwondo Polda Kalimantan Utara, Sabeum Devi Ulfa Oktaviani, atas pencapaian anak-anak asuhnya di ajang Kapolri Cup. Ia mengapresiasi perjuangan keras para atlet yang telah tampil maksimal.

Devi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sebagai pelatih (Sabeum) terletak pada pembinaan mental bertanding para atlet. Tidak jarang para atlet merasa pesimis saat menghadapi lawan yang di atas kertas lebih berpengalaman.

"Peran pelatih sangat penting untuk menjaga motivasi dan membakar semangat juang atlet di pinggir matras. Kata-kata penguat terus diberikan agar mental atlet tidak jatuh sebelum atau saat bertanding." Hal Tersebut Diungkapkan Sabeum Devi Ulfa Oktaviani dalam Program Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) Programa 1 RRI Tarakan.

Devi juga menceritakan ketegangan luar biasa yang dirasakannya dari tepi lapangan. Rasa cemas dan gugup saat mendampingi atlet bertanding diakuinya sama besarnya seperti ketika ia masih aktif menjadi atlet.

Mengenai program latihan, idealnya pemusatan latihan (training center/TC) dilaksanakan dalam durasi lima hingga enam bulan sebelum kejuaraan. Namun, keterbatasan waktu menuntut tim pelatih memadatkan jadwal latihan secara efektif.

Guna menyiasati jam dinas para anggota kepolisian, latihan diselenggarakan pada malam hari. Program difokuskan pada latihan teknik sparing dan penajaman akurasi tendangan (drilling target).

Untuk membangun kekompakan tim, Devi mengedepankan pendekatan emosional atau bonding dengan setiap atlet. Memahami karakter individu membantu pelatih dalam merancang strategi pembinaan yang tepat.

Terkait fasilitas, Devi berharap ke depannya ketersediaan sarana dan prasarana latihan dapat terus dipenuhi secara memadai. Fasilitas yang lengkap dinilai sangat mempengaruhi peningkatan kualitas atlet.

Untuk menghadapi kejuaraan berikutnya, Devi berharap dapat menyelenggarakan pemusatan latihan secara lebih matang sejak jauh hari. Persiapan yang lebih intensif diyakini akan mendulang hasil yang makin optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....