HUT Dekranas : Dorong Produk Kriya menuju Pasar Global

  • 05 Jul 2026 22:14 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersiap menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 yang akan dipusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8-12 Juli 2026. Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia," ajang ini menjadi momentum penting memperkuat posisi ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus mendorong produk kerajinan Nusantara bersaing di kancah internasional.

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pemilihan tema tahun ini menitikberatkan pada aspek keberlanjutan (sustainability). Mengingat bahan baku kerajinan mayoritas berasal dari alam seperti serat, tanah, dan mineral, para perajin didorong untuk tetap menjaga lingkungan dalam proses produksinya.

“Dari Kementerian Perindustrian memperlihatkan bahwa nilai ekspor kerajinan nasional cukup besar. Bahkan, tahun 2024 itu sampai mencapai 11 koma berapa triliun, gitu,” ujarnya.

Puncak peringatan HUT ini akan dimeriahkan dengan pameran UMKM yang melibatkan perwakilan dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 300 stan pameran di Trans Studio Mall (TSM) Makassar telah terisi penuh. Bahkan terdapat daftar tunggu bagi peserta yang ingin berpartisipasi.

Penyelenggaraan di pusat perbelanjaan dipilih agar acara lebih inklusif dan dapat menjangkau masyarakat luas, mengingat trafik pengunjung mall tersebut bisa mencapai 20.000 hingga 40.000 orang per hari pada akhir pekan.

Selain pameran, Dekranas juga fokus pada regenerasi perajin dengan menggandeng generasi muda melalui strategi digitalisasi. Sekretaris Jenderal Dekranas, Reni Yanita, menyebutkan bahwa penggunaan teknologi seperti Live TikTok dan pemasaran media sosial menjadi kunci untuk menarik minat Gen Z.

Produk kriya pun kini dikembangkan agar lebih fungsional untuk kehidupan sehari-hari, seperti aplikasi motif wastra pada tumbler, tas laptop hingga busana kerja yang modis namun tetap mencerminkan identitas budaya.

Tuan rumah Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan berbagai atraksi budaya dan kuliner untuk menyambut para tamu. Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naomi Oktarina Sudirman, mengungkapkan bahwa pengunjung akan disuguhi pertunjukan musik tradisional kecapi sejak tiba di bandara, serta penampilan tari Pakarena dan atraksi budaya Paraga.

Beragam kuliner khas seperti Coto Makassar, Palubasa, hingga stik kuda juga akan memanjakan lidah para pengunjung bazar UMKM. “Jadi untuk khas-khasnya makanannya ini, kita ada rangkaian festival kuliner. Itu didalamnya ada nasi mandotti dan ayam likku, cotto makassar, jalangkote, pisang epek. Pokoknya datang saja ke Makassar, siap-siap kita sajikan khas kuliner dari Sulawesi Selatan,” tutur Naomi.

Melalui rangkaian acara ini, Dekranas berharap masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk dalam negeri dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi perajin untuk bertukar pikiran mengenai peningkatan mutu dan daya saing produk kriya nasional agar benar-benar mendunia. (Agus Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....