Sekolah di Tarakan, Wajib Pasang CCTV Cegah Perundungan

  • 06 Mei 2026 09:47 WIB
  •  Tarakan
Poin Utama
  • Pengawasan Bullying di Sekolah

rri.co.id, Tarakan - Pemasangan kamera pengawas difokuskan pada area yang kurang terpantau guru, seperti lorong kelas, area toilet, hingga kantin sekolah. Edi menekankan bahwa keberadaan alat perekam ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memantau aktivitas siswa. Dengan adanya bukti visual, sekolah dapat melakukan tindakan tegas dan mediasi yang tepat jika terjadi kasus kekerasan.

Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmen serius dalam menciptakan budaya sekolah aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Kabid Pembinaan Dikdas Dinas Pendidikan Tarakan, Edi Pujianto, menginstruksikan seluruh sekolah untuk mengoptimalkan penggunaan dana bantuan operasional sekolah. Anggaran tersebut wajib dialokasikan untuk pengadaan infrastruktur pengawasan seperti CCTV di titik-titik rawan sekolah.

Langkah ini diambil menyusul terbitnya regulasi baru mengenai budaya sekolah yang mengharuskan adanya jaminan keamanan fisik maupun psikis. Berdasarkan data lapangan, tercatat empat dari sepuluh anak di wilayah Kalimantan Utara berpotensi mengalami tindakan perundungan. Hal ini menjadi peringatan keras bagi instansi pendidikan untuk memperketat pengawasan lingkungan sekolah secara intensif.

Selain infrastruktur, pemerintah juga tengah merancang Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di tingkat kota. Pokja ini nantinya akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah guna memastikan koordinasi lintas sektoral berjalan dengan maksimal. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan penegak hukum menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai perundungan anak.

Dinas Pendidikan juga mendorong para guru kelas, terutama di jenjang Sekolah Dasar, untuk memiliki keterampilan dasar bimbingan konseling. "Meskipun tidak memiliki guru BK khusus seperti jenjang SMP, guru SD wajib mampu mendeteksi dini perubahan perilaku anak. Edukasi mengenai keberanian untuk melapor terus digalakkan agar anak-anak tidak merasa takut saat menghadapi tekanan teman" Ungkap Edi.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah paradigma sekolah yang selama ini dianggap kurang tanggap terhadap isu-isu perundungan yang halus. Keamanan digital juga menjadi sorotan baru mengingat banyaknya kasus perundungan yang kini beralih ke platform media sosial siswa. Pemerintah meminta sekolah tidak lengah terhadap interaksi digital yang dapat merusak mental anak-anak didik mereka.

Melalui integrasi antara teknologi CCTV dan penguatan sumber daya manusia, Tarakan berambisi menjadi kota layak anak yang sesungguhnya. Kolaborasi dengan akademisi dari Universitas Borneo Tarakan juga terus diperkuat untuk menyusun pedoman teknis yang lebih aplikatif. Semua pihak diundang untuk bersinergi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. (ADR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....