Forum Anak Ajak Remaja Berani Bicara Perundungan

  • 06 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Tarakan
Poin Utama
  • Stop Perundungan

rri.co.id, Tarakan - Forum Anak Nasional wilayah Tarakan terus menyuarakan kampanye anti-perundungan dengan semangat "Berani Bicara, Berani Membela" bagi seluruh generasi muda. Koordinator Fasilitator Forum Anak, Nurjanah Ridwan, mengungkapkan bahwa alasan utama korban perundungan memilih diam adalah rasa takut dan kesepian. Ia mengajak para remaja untuk menyadari bahwa mereka tidak sendirian dan memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan penuh.

Melalui peran sebagai pelopor dan pelapor, anggota Forum Anak aktif melakukan edukasi sebaya di berbagai sekolah dan kelurahan setempat. Pendekatan teman sebaya terbukti lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka bercerita kepada rekan seumuran daripada kepada orang dewasa. Mereka dibekali kemampuan pendampingan psikologis awal untuk memberikan dukungan moral bagi teman-teman yang terindikasi menjadi korban kekerasan.

Nurjanah menyoroti bahwa pelaku perundungan seringkali beraksi secara berkelompok dan menyasar anak-anak yang terlihat kurang memiliki rasa percaya diri. Untuk itu, peningkatan harga diri (self-esteem) menjadi program prioritas agar anak-anak menyadari nilai penting yang ada pada diri mereka. Dengan memiliki kepercayaan diri yang kuat, anak tidak akan mudah terintimidasi oleh komentar negatif atau ejekan yang bersifat verbal.

Program "We Care We Share" menjadi salah satu inovasi Forum Anak Tarakan untuk menjangkau anak-anak hingga ke tingkat rukun tetangga. Dalam program ini, anak-anak diajarkan cara melaporkan kejadian yang mereka saksikan tanpa harus merasa terancam keselamatannya oleh pihak pelaku. Keberanian seorang saksi untuk melapor (upstander) sangat krusial dalam menghentikan aksi perundungan yang terjadi di tempat tersembunyi.

Selain itu, penggunaan media sosial secara positif juga didorong sebagai sarana untuk menyebarkan prestasi dan inspirasi di kalangan pelajar. Forum Anak ingin menciptakan tren baru di mana menjadi individu yang peduli dan berprestasi lebih dihargai daripada menjadi sosok yang menindas. Dengan memenuhi waktu luang melalui kegiatan positif, potensi munculnya perilaku menyimpang dan kekerasan di kalangan remaja dapat ditekan.

Dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) juga memastikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional. Nurjanah menegaskan bahwa menjaga kerahasiaan identitas pelapor adalah prioritas utama guna memberikan rasa aman bagi siapa saja yang ingin bersuara. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan setiap anak di Tarakan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan bakat mereka.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi objek dalam kebijakan pemerintah, tetapi juga subjek aktif yang mampu membawa perubahan perilaku positif. Dengan menutup telinga dari komentar jahat dan fokus pada pengembangan diri, anak-anak Tarakan siap menjadi garda terdepan melawan perundungan. Suara anak adalah kekuatan nyata yang dapat mengubah wajah dunia pendidikan menjadi lebih ramah, hangat, dan penuh empati. (ADR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....