Evaluasi Program MBG, Pemkab Bulungan Terapkan Langkah Strategis
- 30 Sep 2025 14:10 WIB
- Tarakan
KBRN, Tanjung Selor : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan evaluasi pelaksanaan program.
Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto, selaku Ketua Satgas MBG, dengan melibatkan perangkat daerah dan mitra lintas sektor.
Evaluasi ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan program yang telah berjalan sejak 1 September 2025 benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Risdianto menegaskan, program MBG harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, mengedepankan standar keamanan pangan, serta pengawasan yang ketat.
“Program MBG adalah amanat besar yang menyentuh langsung kebutuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan harus diperkuat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya.
Program MBG di Bulungan saat ini melibatkan tiga dapur penyedia layanan, yaitu Yayasan Amanah Aksi Insani, Bakti Rahayu Tapara, serta Dapur MBG Fortuna Tapara.
Dari ketiga dapur tersebut, tercatat lebih dari 10 ribu penerima manfaat yang tersebar di sekolah, posyandu, hingga kelompok ibu hamil dan menyusui.
Sebagai tindak lanjut evaluasi, Satgas MBG telah merumuskan langkah strategis.
Untuk jangka pendek, dilakukan penyusunan SOP pengadaan dan distribusi makanan, pelatihan keamanan pangan dengan standar BPOM dan Dinas Kesehatan, serta sertifikasi kelayakan dapur MBG.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, akan diterapkan sistem pengawasan berkala, digitalisasi pelaporan, hingga simulasi penanganan jika terjadi kejadian luar biasa pangan.
“Kami akan mewajibkan sertifikasi keamanan pangan bagi UMKM penyedia MBG, menyiapkan alokasi dana khusus untuk pelatihan dan audit, serta membentuk tim keamanan pangan daerah agar pengawasan lebih terstruktur,” tegas Risdianto.
Ia menambahkan, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan dan keberlanjutan program.
Karena itu, dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar tujuan utama, yakni peningkatan gizi dan penurunan angka stunting di Bulungan, benar-benar tercapai.
“Mari kita jadikan program ini bukan hanya seremonial, tetapi memberi dampak jangka panjang bagi generasi Bulungan yang sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya. (Ramlan)