Rujak Online Tarakan: Ketika Kearifan Lokal Berpadu dengan Inovasi Digital

  • 11 Nov 2025 21:26 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Produk lokal seringkali tidak hanya bicara soal nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan filosofi dan identitas budaya yang kuat. Hal ini terlihat jelas dalam kisah sukses UMKM “Rujak Online Tarakan” yang dikelola oleh Cici Ayu Maharani.

Cici memaparkan perjalanannya dalam memadukan tradisi berjualan rujak dari kampung halaman di Pasuruan, Jawa Timur, dengan sentuhan inovasi digital di Kalimantan Utara.

Usaha Cici berawal dari tradisi keluarga yang menjual rujak. Ketika mengikuti suami pindah ke Tarakan, ia memulai bisnisnya dengan sederhana, hanya menjual bumbu rujak secara daring.

"Alhamdulillah, di luar dugaan, respons pasar Tarakan sungguh luar biasa. Peminatnya bahkan jauh lebih ramai, ini menandai potensi besar bagi produk tradisional yang disajikan secara modern atau online", jelas Cici dalam program Mozaik Indonesia RRI Tarakan (6/11/2025).

Baca juga : Warna yang Sebaiknya Dihindari Orang Bertubuh Gemuk

Ia melanjutkan, awalnya hanya fokus pada bumbu, permintaan pasar selama masa pandemi Covid-19 mendorongnya untuk memperluas varian produk.

"Dari hanya menjual rujak manis dan rujak bangkok, sekarang kita menawarkan berbagai olahan buah, termasuk acar dan asinan, yang semuanya disesuaikan dengan selera pelanggan lokal tentunya", tambah Cici.

Perkembangan ini membuktikan kemampuan UMKM untuk beradaptasi cepat terhadap dinamika dan kebutuhan pasar.

Cici secara konsisten mengandalkan buah-buahan lokal yang didapatkan dari Pasar Dayak dan pemasok di Tarakan, seperti pepaya, mangga, timun, dan jambu kristal.

Ia menekankan bahwa pemilihan buah lokal bukan tanpa alasan, selain lebih segar, masyarakat Tarakan lebih menyukai buah-buahan yang familiar.

Hal ini mempertegas komitmennya untuk mendukung produk pertanian daerah.

Meskipun buah didapatkan lokal, Cici mengakui rahasia konsistensi kelezatan rujaknya terletak pada bumbu khas, khususnya gula merah yang didatangkan khusus dari Surabaya, Jawa Timur.

"Kualitas bumbu yang dijaga, ini menjadi penentu utama loyalitas pelanggan, di mana perbedaan rasa akibat penggantian bahan baku dapat langsung terdeteksi oleh konsumen setianya", tegas Cici.

Perjalanan bisnis Rujak Online Tarakan dimulai dari promosi sederhana melalui unggahan media sosial dan bantuan promosi gratis, hingga kini menggunakan strategi endorse berbayar dan Meta Ads.

Dengan pengikut Instagram yang tumbuh organik hingga lebih dari 4.000, pesanan kini diterima melalui berbagai kanal, seperti Instagram, WhatsApp Business, dan layanan pengiriman GrabFood, menunjukkan transisi sukses ke ranah e-commerce.

Dalam wawancaranya, Cici juga mengungkapkan omzet mingguan usahanya bisa mencapai Rp 8 juta, dengan omzet bulanan berkisar Rp 30 juta.

Baca juga : Pemkota Tarakan Susun Dokumen Rencana Kontijensi Bencana Cuaca Ekstrim

Kenaikan omzet ini didukung oleh tingginya permintaan untuk porsi besar, seperti pesanan tampah. Meskipun mencapai angka yang menjanjikan, Cici menegaskan keberhasilannya diraih melalui proses yang panjang, dimulai dari nol dan tanpa jaringan di Tarakan.

Ketekunan Cici juga membawanya lolos kurasi ketat dalam event Karya Kreatif Benuanta (KKB) Bank Indonesia, bahkan masuk 25 besar tanpa melalui pengiriman sampel produk. Pembinaan gratis dari Bank Indonesia selama tiga bulan turut membantu Cici memperkuat identitas brand, termasuk memperbarui logo usaha menjadi lebih profesional.

Modal utamanya, menurut Cici, adalah keberanian, kegigihan memutar uang, serta dukungan kuat dari suami dan anak-anak yang turut membantu pengiriman.

"tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga stok buah, khususnya jambu air yang menjadi ikon rujaknya, serta menangani komplain pelanggan dengan tenang dan profesional", tegasnya.

Kisah “Rujak Online Tarakan” ini menjadi inspirasi dan bukti nyata bahwa dengan tekad kuat dan inovasi, produk kearifan lokal mampu bertahan, berkembang pesat, dan membawa cerita budaya ke tengah hiruk pikuk persaingan bisnis digital. (Agung/Amr)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....