Kerokan Sering Jadi Andalan saat "Masuk Angin", Amankah untuk Kesehatan?

  • 29 Sep 2026 11:38 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Saat badan terasa pegal, perut mual, atau kepala pusing, banyak orang Indonesia langsung mengambil koin, minyak angin, atau balsem untuk kerokan. Tradisi turun-temurun ini dipercaya bisa meredakan "masuk angin". Namun, seberapa jauh manfaatnya secara medis?

Dilansir dari berbagai Sumber, kerokan dilakukan dengan menggosok kulit menggunakan benda tumpul berulang kali, biasanya di punggung, leher, atau bahu, sampai muncul garis kemerahan. Praktik serupa dikenal di sejumlah negara Asia lain, salah satunya dengan nama gua sha di Tiongkok.

Sebagian orang merasa tubuh lebih ringan, otot lebih rileks, dan nyeri berkurang setelah kerokan. Beberapa penelitian skala kecil menunjukkan kerokan berpotensi meredakan nyeri otot atau nyeri leher untuk sementara. Namun, kualitas bukti ilmiahnya masih terbatas, dengan jumlah peserta yang sedikit dan metode beragam, sehingga belum cukup menyimpulkan bahwa kerokan terbukti efektif secara medis. Sebagian efek yang dirasakan juga bisa berasal dari sensasi hangat, pijatan, dan rasa rileks.

Ada Risiko yang Perlu Diwaspadai

Garis merah atau kebiruan yang muncul setelah kerokan merupakan tanda pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah. Pada kebanyakan orang sehat, memar ini hilang dalam beberapa hari. Meski begitu, kerokan sebaiknya dihindari atau dilakukan dengan sangat hati-hati oleh :

• Penderita gangguan pembekuan darah atau trombosit rendah, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, orang dengan luka, infeksi, atau penyakit kulit lansia dengan kulit tipis, orang demam tinggi atau dalam kondisi lemah. Kebersihan alat juga penting, Koin atau sendok yang dipakai bergantian tanpa dibersihkan dapat memicu infeksi kulit.

Jangan Sampai Menunda Pemeriksaan

Istilah "masuk angin" bukan diagnosis medis. Keluhan seperti mual, keringat dingin, nyeri dada, atau sesak napas kerap dianggap masuk angin, padahal bisa menjadi tanda penyakit serius seperti gangguan jantung.

Pada penyakit seperti demam berdarah, bercak merah akibat kerokan juga bisa menyamarkan tanda penyakit, sementara pasien butuh penanganan cepat. Karena itu, keluhan yang berat, tidak membaik, atau disertai demam tinggi sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga kesehatan, bukan hanya diatasi dengan kerokan. (Kartini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....