Kabut Asap Picu Peningkatan Kasus ISPA di Tarakan

  • 14 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan memperkirakan terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, membenarkan. Namun data pasti jumlah kasus baru akan diketahui besok karena pelaporan dari puskesmas dilakukan setiap Selasa.

"Kalau terkait dengan peningkatan penyakit ISPA, memang ada peningkatan. Tapi jumlahnya saya belum dapat, karena biasanya kan pelaporannya setiap hari Selasa. Besok baru bisa kita tahu berapa peningkatan jumlahnya," ujar dr. Devi kepada RRI di Tarakan, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi dari puskesmas, peningkatan paling terlihat terjadi di wilayah Puskesmas Pantai Amal. "Kalau melihat dari informasi yang diberikan oleh teman-teman di puskesmas, terutama Puskesmas Pantai Amal, memang terjadi peningkatan penyakit ISPA," jelas Devi.

Ia menyebut penyebabnya tidak hanya kabut asap. Cuaca panas beberapa hari terakhir juga menjadi faktor pemicu gangguan saluran pernapasan. "Bukan hanya asap, bisa juga karena cuaca, kan panas yang beberapa hari ini kita dapatkan. Itu juga bisa menjadi penyebab peningkatan kasus ISPA," kata Devi.

Dari data kunjungan ke fasilitas kesehatan, kelompok yang paling banyak terdampak adalah anak-anak. Orang dewasa cenderung membeli obat sendiri sehingga tidak tercatat. "Yang banyak terkena itu biasanya, karena yang banyak dibawa ke fasilitas kesehatan biasanya kebanyakan sih anak-anak. Kalau orang tua itu kadang-kadang ada yang mau beli obat sendiri, jadi tidak datang ke Faskes," ungkapnya.

Ia menegaskan ISPA bisa menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Penyebarannya melalui droplet saat batuk atau bersin.

"Karena ISPA ini kan penyebarannya melalui droplet. Kalau misalnya imunitas kita kurang, bisa mudah terkena sakit ISPA. Makanya disarankan untuk yang menderita ISPA, demam, batuk, pilek, disarankan untuk menggunakan masker kalau dia berinteraksi dengan yang lain," jelas Devi.

Meski diperkirakan mengalami peningkatan, Devi menyebut hingga saat ini belum ada kejadian luar biasa (KLB) terkait kasus ISPA. Laporan harian dari puskesmas akan terus dipantau untuk mengantisipasi lonjakan.

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan, kualitas udara di Tarakan saat ini sudah membaik dan masuk kategori sedang. Angka PM 2.5 terakhir berada di kisaran 56. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....