Kualitas Udara Kota Tarakan Mendekati Tidak Sehat
- 30 Agt 2026 16:32 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Masyarakat Tarakan perlahan mulai merasakan kabut asap. Berdasarakan pantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai angka 86 dan hampir mendekati kategori tidak sehat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, DLH Kota Tarakan, Chaizir Zain mengatakan, secara perlahan ISPU mengalami kenaikan dari awalnya 60 menjadi 74 dan kini diangka 86.
"Masih masuk kategori sedang, yang mana kualitas udara masih dapat diterima oleh kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan namun sudah mengarah dari sedang ke kategori tidak sehat," Katanya, Minggu (30/8/2026).
Ia menyarankan, dengan kondisi ini masyarakat yang memiliki penyakit seperti asma maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ataupun anak-anak, agar saat keluar menggunakan masker.
"Kita mengimbau agar ketika keluar rumah untuk menggunakan masker, utamanya bagi anak kecil, orang tua, dan yang memiliki penyakit ISPA atu asma," pintanya.
Chaizir memastikan, bahwa kabut asap yang dirasakan oleh masyarakat merupakan kiriman dari luar Tarakan. Sebab di Tarakan hanya ada satu titik hotspot atau titik panas yakni batu bara yang terbakar di daerah Pantai Amal Lama. "Yang jelas kabut asap ini bukan dari Tarakan tapi dari luar Tarakan," tuturnya. (Jafar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....