Mengenal Anxiety Disorder dan Cara Mengatasinya

  • 30 Agt 2026 12:48 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Anxiety disorder adalah penyakit mental yang ditandai dengan rasa cemas, takut, atau khawatir yang berlebihan dan sulit dikendalikan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup seseorang. Penting untuk dipahami bahwa kecemasan adalah bagian normal dari kehidupan, tetapi pada anxiety disorder, rasa cemas tersebut menjadi intens, berlangsung lama, dan tidak proporsional terhadap situasi yang dihadapi.

Melansir dari halodoc.com Gejala anxiety disorder dapat bervariasi antara individu, tetapi umumnya meliputi gejala fisik dan psikologis. Gejala fisik yang sering muncul antara lain jantung berdebar, berkeringat, gemetar, sesak napas, sakit kepala, pusing, masalah pencernaan, dan kelelahan. Sementara itu, gejala psikologis yang menyertai meliputi rasa khawatir berlebihan, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, gelisah, tegang, serta perasaan takut atau panik yang sulit dijelaskan.

Penyebab pasti anxiety disorder belum sepenuhnya dipahami, tetapi kombinasi faktor genetik, biologis, dan lingkungan diyakini berperan dalam perkembangannya. Riwayat keluarga dengan anxiety disorder dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut, sementara ketidakseimbangan neurotransmiter di otak, seperti serotonin dan norepinefrin, turut berkontribusi. Stres kronis yang berkepanjangan serta pengalaman traumatis di masa lalu, seperti pelecehan atau kekerasan, juga dapat memicu atau memperburuk kondisi ini.

Anxiety disorder umumnya dapat diobati dengan kombinasi psikoterapi dan pengobatan medis. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) menjadi salah satu jenis terapi yang terbukti efektif, karena membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir serta perilaku negatif yang berkontribusi pada kecemasan. Selain terapi, dokter juga dapat meresepkan antidepresan atau obat anti-kecemasan untuk membantu mengurangi gejala, dengan tetap memperhatikan petunjuk penggunaan dan potensi efek samping yang mungkin timbul.

Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko anxiety disorder. Mengelola stres melalui cara-cara sehat seperti olahraga, meditasi, atau yoga menjadi salah satu upaya penting, diiringi dengan menjaga kesehatan fisik melalui pola makan sehat, tidur yang cukup, serta menghindari alkohol dan narkoba. Membangun sistem dukungan melalui hubungan yang kuat dengan keluarga dan teman juga dapat membantu, di samping tidak ragu mencari bantuan profesional sejak dini ketika rasa cemas mulai dirasakan berlebihan.

Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh gejala kecemasan yang berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis sangat dianjurkan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga penderita dapat menjalani kehidupan yang lebih stabil dan berkualitas. (Desita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....