Cegah Stunting, POGI Kaltara Gandeng Pegadaian Gelar Screening Gratis Ibu Hamil
- 29 Agt 2026 12:52 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Perkumlulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama PT Pegadaian menggelar kegiatan "Merdeka Stunting 2026" serentak di 36 provinsi di seluruh Indonesia.
Di Kalimantan Utara (Kaltara), kegiatan digelae di Gusher Medical Center Tarakan, Sabtu (29/8/2026).
Ketua POGI Kaltata, dr. IGNB Surya Udayana, SpOG. Subsp.FER mengatakan program ini merupakan bagian dari program SPRINT dari POGI Pusat yang merupakan singkatan dari Selamatkan Perempuan Indonesia.
Menurutnya, Merdeka Stunting fokus pada deteksi dini ibu hamil berisiko tinggi agar perkembangan janin terpantau dan bayi lahir dalam kondisi sehat.
"Hari ini bersamaan di 36 provinsi di seluruh Indonesia mengadakan screening untuk ibu-ibu hamil. Screening ini merupakan bagian dari program Merdeka Stunting," ujar dr. Surya.
"Kita berusaha untuk melakukan screening yang tepat pada ibu-ibu yang beresiko tinggi. Dan kita melihat bagaimana perkembangan janinnya. Sehingga kita harapkan kehamilannya bagus, sehat. Dan bayinya pun lahir sehat," jelas Surya.
Kegiatan ini sendiri diikuti 30 ibu hamil di Tarakan. Mereka mendapatkan layanan gratis berupa pemeriksaan USG, screening dengan Doppler Velocimetry untuk melihat aliran darah dari plasenta ke janin serta konseling.
"Kita melakukan screening, USG dan juga counseling pada 30 ibu hamil serentak dan gratis. Ini semua dibiayai ataupun didukung oleh Pegadaian dan POGI Pusat," kata dr. Surya.
Dalam kegiatan ini juga diberikan edukasi terkait nutrisi kehamilan dan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Masa 270 hari saat hamil dan 730 hari setelah lahir dinilai krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak.
"Di mana masa-masa itu adalah masa-masa yang penting. Bagi perkembangan anak yang menentukan bertahun-tahun berikutnya," ujar dr. Surya.
Surya menyebut kegiatan di Tarakan ini merupakan perdana. Ke depan, POGI menargetkan program serupa menyasar daerah-daerah di Kaltara yang memiliki akses kesehatan terbatas dan angka ANC tidak teratur.
"Mungkin sekarang di sini kita pusatkan di Tarakan. Tapi nanti untuk tahun-tahun ke depannya bisa saja kita lakukan di beberapa daerah-daerah yang berisiko tinggi. Misalnya di sana banyak ANC yang nggak teratur. Atau ibu hamilnya agak jauh dari akses pelayanan kesehatan," kata dr. Surya.
Ia berharap dengan deteksi dini dan pemenuhan gizi, kasus stunting bisa dicegah sejak awal.
"Harapannya dengan seperti itu, kita lakukan pencegahan. Jangan sampai jadi stunting. Mungkin dari awal kecil ini dulu, nanti makin lama akan semakin meluas," pungkas dr. Surya.
Kegiatan Merdeka Stunting 2026 ini juga menjadi bagian dari komitmen POGI dan Pegadaian dalam mendukung penurunan angka stunting nasional. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....