Jangan Anggap Remeh, Sampah Dapur Bisa Jadi Pemicu Kebakaran
- 29 Agt 2026 14:04 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Sampah dapur yang dibiarkan menumpuk sering dianggap sepele, padahal berpotensi memicu kebakaran jika tidak dikelola dengan benar. Minyak bekas masak, kemasan bahan kimia, hingga kain lap berminyak yang menumpuk bisa menjadi sumber bahaya, apalagi di cuaca yang sedang panas-panasnya. Berikut sejumlah langkah yang perlu diperhatikan agar dapur tetap aman dari risiko kebakaran.
1. Pisahkan Minyak Jelantah di Wadah Khusus
Minyak goreng bekas sebaiknya tidak langsung dibuang ke tempat sampah plastik atau saluran air dalam keadaan masih panas. Minyak panas berisiko melelehkan plastik dan memicu benda-benda di sekitarnya yang mudah terbakar. Cara amannya, dinginkan dulu minyak tersebut sebelum dipindahkan ke wadah tertutup seperti botol kaca atau jerigen kecil, lalu simpan di tempat yang teduh. Minyak jelantah yang terkumpul juga bisa disalurkan ke bank sampah untuk diolah menjadi biodiesel.
2. Jauhkan Bahan Kimia dari Sumber Panas
Kaleng aerosol, cairan pembersih, atau pengharum ruangan yang disimpan dekat kompor berisiko tinggi karena sifatnya reaktif terhadap suhu panas. Ketika dapur memanas saat memasak, tekanan di dalam kaleng bisa meningkat dan berpotensi meledak. Buang kemasan bekas bahan kimia di tempat sampah yang jauh dari sumber api, dan pastikan tidak ada sisa tekanan gas di dalamnya sebelum dibuang.
3. Hindari Menumpuk Kain Lap Berminyak
Kain lap atau tisu dapur bekas membersihkan minyak tidak boleh langsung dibuang begitu saja. Kain yang jenuh minyak dapat mengalami proses oksidasi yang menghasilkan panas, dan bila panas ini terperangkap di tumpukan sampah tanpa sirkulasi udara, suhunya bisa naik hingga memicu api dengan sendirinya (spontaneous combustion). Solusinya, cuci bersih kain lap berminyak dengan sabun sebelum dijemur atau dibuang, sementara tisu dapur sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum masuk ke tong sampah tertutup.
4. Rutin Mengosongkan Tempat Sampah
Sampah organik yang membusuk dalam wadah tertutup menghasilkan gas metana yang mudah terbakar jika terkena percikan api, apalagi jika bercampur dengan sampah anorganik. Untuk mencegahnya, biasakan membuang sampah dapur setiap hari atau maksimal dua hari sekali, dan gunakan kantong sampah berukuran sesuai agar tidak menunda proses pembuangan.
5. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Sebagai langkah antisipasi, memiliki APAR di rumah merupakan kebutuhan dasar, bukan sekadar pelengkap. Pilih APAR berukuran kecil, misalnya sebesar botol hairspray, yang dikhususkan untuk kebakaran dapur kelas K. Pastikan seluruh anggota keluarga juga mengetahui cara menggunakannya agar tidak panik saat dibutuhkan.
Membiasakan pengelolaan sampah dapur yang aman menjadi investasi penting untuk mencegah risiko kebakaran di rumah. Perhatian pada hal-hal kecil seperti ini bisa berdampak besar bagi keselamatan penghuni rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....