Jangan Anggap Remeh, Ini Tanda Bahaya Terpapar Asap Karhutla Menurut Dokter Paru
- 28 Agt 2026 07:45 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia bukan cuma bikin mata perih dan tenggorokan gatal. Kalau dibiarkan, paparan asap ini bisa berdampak serius, apalagi buat kelompok rentan. Lalu, kapan sebenarnya keluhan akibat asap ini sudah harus dibawa ke dokter?
Dilansir dari ANTARA News Yogyakarta, dokter spesialis paru dan pernapasan dari RSUP Persahabatan, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), menjelaskan bahwa gejala akut yang perlu diwaspadai masyarakat saat terpapar asap karhutla di antaranya iritasi saluran napas, batuk, pilek, hidung berair, dan mata yang terasa tidak nyaman. Gejala-gejala ini memang wajar muncul saat kualitas udara memburuk, tapi bukan berarti bisa dianggap remeh begitu saja.
Menurut Feni, jika keluhan tersebut terus berlanjut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi disertai demam, masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tanda lain yang juga jadi alarm adalah ketika kondisi tubuh justru makin memburuk dari hari ke hari, bukannya membaik.
Yang perlu jadi perhatian khusus adalah dampaknya pada kelompok rentan. Bagi penderita asma maupun PPOK, serta orang dengan penyakit jantung, asap karhutla bisa membuat penyakit yang tadinya terkontrol jadi makin tidak stabil, sehingga risiko harus dirawat di rumah sakit pun meningkat. Efeknya bukan cuma jangka pendek kalau paparan berlangsung terus-menerus dan saluran napas tak kunjung pulih, ISPA bisa berkepanjangan dan menyebabkan batuk yang tak sembuh-sembuh, hingga penurunan fungsi paru dalam jangka panjang.
Untuk mencegah kondisi makin parah, Feni menyarankan sejumlah langkah sederhana: hindari beraktivitas di luar rumah selama kabut asap masih pekat, gunakan masker jika terpaksa keluar, dan jaga daya tahan tubuh lewat istirahat cukup serta asupan gizi yang baik. Kalau memang harus keluar rumah, sebaiknya dilakukan sesingkat mungkin.
Intinya, jangan tunggu sampai kondisi benar-benar drop. Begitu keluhan pernapasan terasa mengganggu, apalagi disertai demam atau tanda-tanda memburuk, segeralah periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....