CT Scan Rusak karena Over Kerja, RSUD dr. H. Jusuf SK Berharap Pengadaan Unit Cadangan

  • 10 Jul 2026 08:08 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN: Pelayanan kesehatan di Kota Tarakan saat ini menghadapi tantangan serius menyusul rusaknya fasilitas Computed Tomography Scan (CT Scan) di RSUD dr. H. Jusuf SK.

Alhasil, pasien yang membutuhkan diagnosis cepat terpaksa harus dirujuk keluar daerah, seperti Balikpapan atau Surabaya.

Kondisi ini memicu urgensi bagi RSUD dr. H. Jusuf SK untuk segera memiliki unit CT Scan cadangan (backup). Namun, langkah tersebut masih terganjal oleh keterbatasan anggaran dan ketersediaan lahan fasilitas yang memadai.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis, Sp.PK, mengungkapkan bahwa alat CT Scan yang dimiliki rumah sakit Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut saat ini sedang mengalami kerusakan komponen dan dalam proses perbaikan.

Beban kerja alat yang terlalu tinggi ditengarai menjadi penyebab utama korosi atau kerusakan teknis.

"Setiap hari, unit CT Scan kita melayani lebih dari 12 pasien. Ini membuat alat bekerja sangat berat (overwork)," ujar dr. Budy Azis kepada awak media.

Krisis ini diperparah lantaran informasi yang ia peroleh, RS Pertamedika Tarakan yang selama ini menjadi mitra kerja sama RSUD dr. H. Jusuf SK untuk saling mem-backup pemeriksaan CT Scan, juga mengalami kerusakan alat pada saat yang bersamaan.

"Selama ini kalau tempat kita penuh atau ada kendala, kita kerja sama dengan Pertamedika. Begitu pula sebaliknya, pasien mereka dibawa ke tempat kita. Sekarang, kedua-duanya rusak," jelas Budy.

Pihak RSUD dr. H. Jusuf SK telah bergerak cepat dengan mendatangkan teknisi dari Balikpapan semenjak pekan lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya suku cadang spesifik yang harus diganti dan saat ini masih dalam proses pengiriman dari Jakarta.

Manajemen menargetkan perbaikan rampung dan alat dapat beroperasi kembali pada pekan depan.

Budy mengaku, butuh tambahan alat CT Scan untuk mendukung alat yang ada. Meski demikian, Budy mengaku pengadaannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Selain harga satu unit CT Scan yang sangat mahal yang diperkirakan mencapai Rp15 miliar, pihak rumah sakit juga menghadapi kendala ketiadaan ruangan penempatan alat.

RSUD dr. H. Jusuf SK sebenarnya sempat mengusulkan pengadaan ini ke Pemerintah Provinsi Kaltara pada tahun 2024 lalu. Namun, ruang yang awalnya dialokasikan untuk CT Scan baru kini telah dialihkan untuk memprioritaskan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu alat pemecah batu ginjal untuk pasien urologi.

"Tahun ini (2026) kita belum mengusulkan lagi. Kendala utamanya adalah tempat. Karena ruangan yang dulu direncanakan sudah dipakai untuk layanan ESWL. Jadi kalau mau nambah CT Scan baru, kita harus membangun gedung atau ruangan baru lagi yang investasinya tentu tidak sedikit," pungkas dr. Budy. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....