Antisipasi Pasien Salah Rujukan, RSUD dr. H. Jusuf SK Harapkan Petugas BPJS Kesehatan
- 09 Jul 2026 19:57 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN - Manajemen RSUD dr. H. Jusuf SK meminta BPJS Kesehatan untuk menempatkan petugas administrasinya standby selama 24 jam di area rumah sakit, terutama di Unit Gawat Darurat (UGD).
Langkah ini dinilai mendesak untuk membantu mengedukasi pasien dan mengurai beban ganda yang selama ini dipikul oleh tenaga medis.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK, menjelaskan bahwa selama ini dokter di UGD kerap mengalami beban kerja ganda.
Selain fokus melakukan tindakan medis untuk menyelamatkan nyawa pasien, mereka juga harus menghabiskan waktu panjang untuk menerangkan regulasi klaim BPJS Kesehatan kepada keluarga pasien.
Banyak kasus di mana pasien dengan kondisi tidak gawat darurat atau yang sekadar membutuhkan perawatan ringan seperti ganti perban, langsung datang ke RSUD dr. H. Jusuf SK tanpa melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas.
Sedangkan sesuai aturan BPJS, kasus nondarurat yang langsung ke rumah sakit rujukan tertinggi, tidak akan dijamin dan harus dibayar secara mandiri (cash).
"Seandainya ada orang (petugas BPJS Kesehatan) yang standby di rumah sakit 24 jam, baik itu di poli maupun di UGD itu akan menjawab bahwa oh memang nggak bisa atau harus begini. Jadi kami tidak capek menerangkan ke pasien. Tapi kami mau mengobati juga, jadi dokter di UGD ini bekerja dobel menerangkan sambil melakukan tindakan," kata dr. Budy.
Ia menambahkan, usulan penempatan petugas ini sebenarnya sudah dibicarakan sejak tahun lalu. Namun hingga kini, keberadaan petugas BPJS Kesehatan di rumah sakit masih terbatas pada jam fisik tertentu saja dan belum mencakup layanan penuh 24 jam.
Meskipun sering menghadapi kendala salah rujukan, dr. Budy menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan penanganan darurat awal secara kemanusiaan.
"Tetap kita layani, biasanya kita berikan obat darurat untuk penanganan malam hari, lalu keesokan paginya kita arahkan pasien untuk mengurus rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu," pungkasnya. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....