Otot "Ketarik", Apakah Bahaya?
- 17 Mei 2026 10:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Banyak orang pernah merasakan sensasi otot “ketarik” secara tiba-tiba yang menimbulkan rasa nyeri saat bergerak. Kondisi ini sering terjadi setelah mengangkat beban, salah posisi saat tidur, berolahraga terlalu berat, atau melakukan gerakan mendadak.
Dokter Zain menjelaskan, kondisi tersebut umumnya terjadi akibat otot atau jaringan tendon mengalami peregangan berlebihan. Saat otot dipaksa bekerja terlalu keras atau bergerak melebihi batas kemampuan, serat-serat kecil pada otot dapat mengalami cedera ringan sehingga muncul rasa nyeri, tegang, dan sulit digerakkan.
Bagian tubuh yang paling sering mengalami otot tertarik antara lain leher, bahu, punggung, pinggang, paha, dan betis. Rasa sakit biasanya muncul saat bagian tubuh tertentu digerakkan, disentuh, atau digunakan untuk beraktivitas.
Selain aktivitas fisik berat, kurang pemanasan sebelum olahraga, tubuh yang kelelahan, duduk terlalu lama, hingga postur tubuh yang buruk juga dapat meningkatkan risiko terjadinya otot tertarik.
Pada kondisi ringan, nyeri otot biasanya dapat membaik dalam beberapa hari dengan istirahat cukup, kompres dingin atau hangat, serta mengurangi aktivitas berat sementara waktu. Peregangan ringan juga dapat membantu otot kembali rileks apabila dilakukan dengan hati-hati.
Namun, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke tenaga medis apabila rasa sakit sangat hebat, muncul bengkak, sulit bergerak, atau tidak membaik dalam waktu lama. Hal tersebut bisa menjadi tanda cedera otot yang lebih serius.
Para ahli juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh dengan rutin berolahraga, melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik, serta memperhatikan posisi tubuh saat bekerja maupun beristirahat agar risiko cedera otot dapat dikurangi. (RV)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....