Ini Alasan Kenapa Diperlukan Silent Treatment

  • 17 Mei 2026 10:12 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Istilah “silent treatment” belakangan semakin sering dibicarakan, terutama di media sosial dan dalam hubungan pertemanan maupun pasangan.

Silent treatment merupakan sikap diam atau mengabaikan seseorang secara sengaja sebagai bentuk pelampiasan emosi, kemarahan, atau hukuman dalam sebuah hubungan.

Psikolog, Endah Saraswati menjelaskan, silent treatment biasanya terjadi ketika seseorang memilih memutus komunikasi tanpa penjelasan. Bentuknya bisa berupa tidak membalas pesan, menghindari percakapan, hingga bersikap seolah-olah orang lain tidak ada.

Dalam beberapa kondisi, diam sementara memang dibutuhkan untuk menenangkan diri. Namun jika dilakukan terus-menerus untuk menyakiti atau mengontrol orang lain, perilaku tersebut dapat berdampak buruk secara emosional.

Korban silent treatment kerap merasa bingung, cemas, sedih, bahkan menyalahkan diri sendiri karena tidak mengetahui letak kesalahannya. Kondisi itu juga dapat menimbulkan stres berkepanjangan dan membuat hubungan menjadi tidak sehat.

Para ahli menyebut komunikasi yang buruk menjadi salah satu pemicu utama silent treatment. Sebagian orang memilih diam karena merasa sulit mengungkapkan perasaan, takut konflik semakin besar, atau terbiasa memendam emosi sejak lama.

Psikolog menyarankan agar setiap konflik diselesaikan melalui komunikasi yang jelas dan terbuka. Jika membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, sebaiknya disampaikan terlebih dahulu kepada pasangan atau lawan bicara agar tidak menimbulkan salah paham.

Masyarakat juga diingatkan bahwa hubungan yang sehat tidak hanya dibangun dengan rasa sayang, tetapi juga kemampuan untuk berdiskusi dan menyampaikan perasaan secara dewasa. Dengan komunikasi yang baik, konflik dapat diselesaikan tanpa harus saling melukai secara emosional. (RV)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....