Mengapa Kulit Kendor di Masa Tua

  • 17 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari perubahan pada tubuhnya, salah satunya kulit yang tampak mengendur dan bergoyang. Kondisi ini merupakan proses alami penuaan yang terjadi pada hampir semua orang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam tubuh maupun lingkungan.

Dokter kulit menjelaskan, saat usia bertambah tubuh akan memproduksi lebih sedikit kolagen dan elastin, yaitu protein penting yang menjaga kulit tetap kencang dan lentur. Berkurangnya kedua zat tersebut membuat kulit kehilangan elastisitas sehingga tampak turun, berlipat, dan mudah bergoyang terutama di area lengan, leher, pipi, serta perut.

Selain faktor usia, massa otot dan lemak di bawah kulit juga ikut berkurang. Hal ini menyebabkan kulit tidak lagi memiliki “penyangga” yang kuat seperti saat muda. Akibatnya, kulit menjadi lebih tipis dan tampak kendur ketika bergerak.

Paparan sinar matahari dalam jangka panjang juga menjadi salah satu penyebab utama penuaan kulit lebih cepat. Sinar ultraviolet atau UV dapat merusak jaringan kolagen sehingga kulit lebih mudah keriput dan kehilangan kekencangannya. Kebiasaan merokok, kurang tidur, stres, serta pola makan yang kurang sehat juga dapat mempercepat proses tersebut.

Meski penuaan kulit tidak bisa dihentikan sepenuhnya, kondisi ini dapat diperlambat dengan menjaga pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan bergizi, cukup minum air putih, rutin berolahraga, menggunakan tabir surya, serta menjaga kelembapan kulit menjadi langkah sederhana yang dapat membantu kulit tetap sehat di usia lanjut.

Para ahli menegaskan bahwa kulit mengendur di masa tua adalah bagian alami dari perjalanan hidup manusia. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan proses biologis normal yang dialami tubuh seiring bertambahnya usia. RV

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....