Jangan Sepelekan Flu: Kenali Perbedaan Influenza, Common Cold, hingga Flu Singapura
- 26 Apr 2026 19:05 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Masyarakat sering kali mencampuradukkan istilah "flu" untuk segala jenis keluhan hidung tersumbat dan batuk. Padahal, secara medis terdapat perbedaan signifikan antara batuk pilek biasa (common cold) dengan influenza yang bisa memicu komplikasi serius.
Dalam sesi edukasi "Tanya Dokter" di RRI Tarakan, dr. Ingolda Nadaa Nabiilah, MHPE, membedah tuntas mengenai fenomena penyakit menular ini yang sering meningkat di masa pancaroba.
Beda Ringan dan Berat
| Baca juga: Istilah Super Flu |
Dokter Nada menjelaskan bahwa common cold atau batuk pilek biasa umumnya bersifat self-limited disease atau bisa sembuh dengan sendirinya hanya dengan istirahat cukup dalam waktu 3 hingga 7 hari. Namun, Influenza berbeda.
"Influenza memiliki onset yang cepat. Pasien biasanya tiba-tiba merasa demam tinggi, nyeri otot, pusing hebat, dan lemas yang luar biasa," ujar dr. Nada. Ia menambahkan bahwa jika gejala tidak membaik lebih dari satu minggu atau disertai sesak napas, pasien harus segera ke fasilitas kesehatan untuk menghindari risiko pneumonia atau infeksi paru-paru.
Waspada Flu Singapura pada Dewasa
Salah satu topik yang menjadi sorotan adalah maraknya kasus Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura. Meski identik menyerang balita di bawah usia 5 tahun, dr. Nada menegaskan bahwa orang dewasa pun tidak kebal terhadap virus ini.
"Penularannya melalui droplet atau percikan liur. Jika orang dewasa sedang dalam kondisi imun rendah, kurang tidur, atau stres tinggi, mereka bisa tertular dengan gejala sariawan hebat dan ruam merah di telapak tangan serta kaki," jelasnya.
Sebagai langkah perlindungan keluarga, dr. Nada menyarankan masyarakat untuk kembali memperketat budaya cuci tangan yang mulai kendor pasca-pandemi. Selain itu, vaksinasi influenza tahunan sangat disarankan karena virus flu terus bermutasi setiap tahun.
"Jika ada anggota keluarga yang sakit di rumah, jangan enggan memakai masker meski di dalam ruangan. Atur sirkulasi udara dengan membuka jendela agar virus tidak hanya berputar di dalam rumah," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....