Kian Mengkhawatirkan, Pemkot Tarakan Bentuk Kelurahan Siaga TBC
- 16 Apr 2026 09:33 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kasus penyakit TBC kian mengkhawatirkan di Tarakan. Perkembangannya semakin meningkat yang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan perlu membentuk Kelurahan Siaga TBC.
Penyakit tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan TB atau TBC ini, masih menghawatirkan di Indonesia. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Tarakan, Rinny Faulina menjelaskan, Indonesia menempati urutan kedua penemuan TBC terbanyak di dunia setelah India dengan jumlah mencapai 867 ribu kasus sampai dengan tahun 2025.
Di Kalimantan Utara, Tarakan menjadi daerah tertinggi penemuan kasus TBC, sebesar 82,9 persen.
Tingkat kesembuhan juga tidak mencapai 100%. Karena banyak penderita tidak tuntas pengobatannya yang membutuhkan waktu cukup panjang mencapai 6 bulan.
"Di Tarakan kasusnya ribuan. Tapi di dalam pengobatan, angka kesembuhannya biasanya tidak mencapai 100%. Karena biasanya pasien TB ini kan pengobatannya membutuhkan waktu selama 6 bulan," ujar Rinny Faulina.
"Jadi dibutuhkan dukungan semua pihak baik dari keluarga maupun masyarakat. Di mana di masyarakat juga masih ada stigma bagi penderita TB dan di Kota Tarakan sudah semua kelurahan ada penderita TB. Seemakin tahun kasusnya semakin meningkat karena penderita TB tidak sembuh 100% semuanya," ungkap Rinny saat menyampaikan laporan pada kegiatan sosialisasi, advokasi dan penggalangan komitmen pembentukan Kelurahan Siaga TBC di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Senin (13/4/2026).
Kondisi ini diperparah lagi dengan komplikasi TBC. Di mana sekarang dikenal orang penderita DM dengan TB dan ada juga TB HIV. Sehingga masalah TBC semakin kompleks.
Karena itu, upaya mitigasi terhadap penyakit TBC menjadi perhatian khusus. Karena tidak hanya menjadi masalah di sektor kesehatan tapi dalam upaya eliminasinya, dibutuhkan keterlibatan aktif lintas sektor serta partisipasi masyarakat dalam upaya eliminasi TB.
Berangkat dari persoalan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan turut memberikan perhatian serius dengan membentuk Kelurahan Siaga TBC yang melibatkan lintas sektor dan masyarakat.
Pembentukan itu sudah dilakukan bersamaan dengan kegiatan sosialiasi, advokasi dan penggalangan komitmen pembentukan Kelurahan Siaga TBC di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Senin (13/4/2026).
"Tujuan dari pertemuan ini adalah meningkatkan pemahaman daripada kita semua yang hadir dalam upaya melaksanakan eliminasi TBC serta menggalang komitmen lintas sektor dan lintas program serta semua masyarakat dalam upaya penanggulangan TBC," tutur RinnyFaulina.
Selain itu, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyepakati peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pembentukan Kelurahan Siaga TBC, membentuk Kelurahan Siaga TBC serta menginisiasi penyusunan rencana aksi daerah dalam upaya eliminasi TBC.
Menurutnya, Pemkot telah menerbitkan SK Tim Percepatan Penanggulangan TBC, yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas TBC, akademisi atau keagama dan tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat.
Rini Faulina berharap dukungan seluruh pihak agar upaya eliminasi TBC di Tarakan dapat berjalan lancar dan bisa mencapai tujuan yang diharapkan. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....