Bahaya "Self-Reward" Menggunakan Narkoba di Kalangan Dewasa Muda

  • 31 Mar 2026 15:27 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Selain alasan pekerjaan, tren penggunaan narkoba sebagai bentuk pelarian atau "self-reward" mulai ditemukan pada kalangan dewasa muda di Tarakan. Beberapa pengguna menganggap mengonsumsi zat terlarang saat waktu luang adalah cara untuk mengapresiasi diri setelah bekerja keras. Istilah "rekreasional" sering digunakan untuk memperhalus aktivitas penyalahgunaan yang sebenarnya sangat berisiko menimbulkan kecanduan berat.

Motif rekreasional ini sangat menipu karena pengguna merasa mereka masih memiliki kendali penuh atas kekerapan pemakaian. Mereka beranggapan bahwa selama pemakaian tidak dilakukan setiap hari, maka mereka tidak akan mengalami ketergantungan. Namun, secara psikologis dan biologis, zat stimulan tersebut tetap bekerja merusak kimiawi otak sejak pertama kali dikonsumsi.

"Ada juga yang menggunakan itu karena faktor rekreasional aja, sebagai self-reward katanya. Karena sudah kerja di wilayah tertentu, jadi dia pakainya cuman rekreasional aja," jelas Rahma Fitra seorang psikolog klinis mengenai alasan gaya hidup pengguna.

Psikolog mengingatkan bahwa otak manusia memiliki sistem penghargaan alami yang akan rusak jika terus-menerus dipicu oleh zat kimia buatan. Hal inilah yang menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan untuk merasa bahagia dari hal-hal kecil di kehidupan nyata. Tanpa disadari, "hadiah" yang mereka berikan kepada diri sendiri justru menjadi penjara yang membelenggu kesehatan mental mereka.

"Zat-zat narkoba ini memiliki efek merangsang munculnya hormon kebahagiaan sampai berkali-kali lipat secara pintas. Akhirnya kemampuan alami tubuh untuk mengeluarkan hormon bahagia jadi berkurang," terang Rahma mengenai proses rusaknya sistem hormon.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....