Daun Terap Kaltara Ampuh Lawan Stunting

  • 16 Des 2025 21:54 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Indonesia berdiri sebagai raksasa hayati nomor dua di dunia, namun potensi emas di balik 30.000 spesies tanamannya masih tersembunyi. Hingga kini, baru sekitar 7.000 tanaman yang dimanfaatkan, dengan hasil akhir hanya 22 produk Fitofarmaka yang berhasil menembus pasar medis.

Dosen Universitas Borneo Tarakan (UBT), Apt Fitrianti, M.Farm., mengungkapkan bahwa perjalanan tanaman menjadi obat legal memang terjal. Dibutuhkan riset mendalam selama lebih dari satu dekade serta biaya yang tidak sedikit untuk mengurai senyawa kompleks dari alam.

Kabar baik datang dari hutan Kalimantan Utara. Fitrianti menyoroti potensi besar daun terap yang kini tengah dikembangkan oleh tim peneliti UBT. Tanaman lokal ini diyakini menjadi solusi organik untuk menekan angka stunting dan memperbaiki gizi buruk pada ibu hamil.

"Kami di tim Borneo Tarakan melihat daun terap sebagai jawaban atas masalah gizi di daerah. Ini adalah inovasi lokal dengan dampak global," ujar Fitri dalam dialog Mozaik Indonesia, Senin (8/12/2025).

Berbeda dengan obat kimia yang bersifat senyawa tunggal, herbal memiliki keunggulan "multi-target". Satu jenis ekstrak tanaman mengandung berbagai metabolit sekunder yang mampu menangani beberapa masalah kesehatan sekaligus, seperti menjaga pencernaan sekaligus menstabilkan gula darah.

Langkah strategis kedepan adalah mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku obat kimia yang mahal. Fitri mendorong pemerintah untuk mencontoh Tiongkok dan India yang telah mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional atau rumah sakit resmi.

Tantangan besar bagi generasi muda kini adalah mengemas warisan nenek moyang ini dengan teknologi mutakhir, seperti nanopartikel dan fermentasi, agar obat herbal Indonesia tidak hanya menjadi legenda, tapi menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....