Sterilisasi Permanen, Masihkah Berpotensi Hamil?
- 29 Nov 2025 17:16 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Prosedur sterilisasi permanen sering dianggap sebagai langkah paling efektif untuk mencegah kehamilan. Namun belakangan, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: apakah seseorang yang sudah menjalani sterilisasi kandungan benar-benar tidak mungkin hamil?
Sterilisasi pada perempuan, yang dikenal sebagai tubektomi, bekerja dengan memutus atau menutup saluran tuba falopi, sehingga sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma. Secara medis, prosedur ini memiliki tingkat efektivitas lebih dari 99 persen. Artinya, kemungkinan hamil sangat kecil, namun bukan berarti mustahil.
Sejumlah ahli menjelaskan bahwa peluang kehamilan biasanya terjadi jika saluran tuba kembali menyambung secara alami, kondisi yang disebut recanalization. Meski kasusnya jarang, hal ini tetap menjadi perhatian. Kehamilan yang terjadi setelah sterilisasi pun berisiko lebih tinggi menjadi kehamilan ektopik, yaitu ketika embrio berkembang di luar rahim.
Selain faktor biologis, kegagalan sterilisasi juga dapat terjadi jika prosedur tidak dilakukan dengan teknik yang tepat atau jika pasien menjalani operasi sebelum masa pemulihan selesai. Karena itu, proses konsultasi sebelum sterilisasi menjadi sangat penting agar pasien memahami manfaat, risiko, serta sifat permanen dari tindakan ini.
Para tenaga kesehatan mengingatkan bahwa sterilisasi adalah pilihan jangka panjang yang harus dipertimbangkan dengan matang. Meski peluang hamil setelah prosedur tersebut sangat rendah, edukasi tetap diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai efektivitas dan potensi risikonya. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....