Mata Juling, Dapatkah Kembali Normal?

  • 10 Nov 2025 22:38 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Sebagian orang mungkin merasa kurang percaya diri karena kondisi mata juling atau dalam istilah medis disebut strabismus. Mata juling terjadi ketika posisi kedua bola mata tidak sejajar dan tidak bergerak ke arah yang sama. Namun pertanyaannya, apakah kondisi ini bisa kembali normal?

Strabismus bisa dialami sejak lahir, atau muncul kemudian akibat gangguan pada saraf dan otot penggerak mata. Kondisi ini membuat satu mata melihat ke arah yang berbeda dari mata lainnya, misalnya satu menghadap lurus, sementara yang lain bergerak ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah.

Menurut para dokter spesialis mata, mata juling sebenarnya dapat diperbaiki, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pada anak-anak, deteksi dini sangat penting, karena otak masih bisa beradaptasi untuk memperbaiki koordinasi penglihatan. Terapi berupa latihan otot mata, penggunaan kacamata khusus, atau penutup mata sering kali efektif membantu mengembalikan keseimbangan penglihatan.

Sementara pada orang dewasa, perbaikan bisa dilakukan melalui terapi penglihatan (vision therapy) atau operasi otot mata. Prosedur ini bertujuan untuk mengatur kembali posisi dan kekuatan otot agar kedua mata dapat bergerak searah. Operasi biasanya berlangsung singkat dan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, terutama bila dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman.

Namun, para ahli menekankan pentingnya konsultasi dan pemeriksaan rutin. Jika dibiarkan, mata juling berisiko menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan atau yang disebut amblyopia (mata malas), terutama pada anak-anak.

Selain aspek medis, ada pula dampak psikologis yang tidak kalah penting. Banyak pasien yang setelah menjalani terapi atau operasi, merasa lebih percaya diri dan nyaman berinteraksi sosial karena pandangan mata mereka sudah kembali sejajar. RV

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....