Budayakan SADARI, Deteksi Dini Kanker Payudara
- 10 Nov 2025 22:33 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kasus tertinggi di Indonesia, terutama pada wanita. Namun, kabar baiknya, penyakit ini bisa dideteksi lebih awal dengan cara yang sederhana, yaitu melalui metode SADARI. Pemeriksaan payudara sendiri.
SADARI merupakan singkatan dari Periksa Payudara Sendiri. Metode ini dilakukan untuk mengenali perubahan atau kelainan yang mungkin terjadi pada payudara, seperti benjolan, perubahan bentuk, atau keluarnya cairan yang tidak normal dari puting.
Pemeriksaan SADARI bisa dilakukan oleh setiap wanita secara mandiri, idealnya setiap bulan, beberapa hari setelah masa menstruasi berakhir. Waktu ini dipilih karena kondisi payudara cenderung lebih lembut dan tidak bengkak, sehingga memudahkan dalam mendeteksi adanya perubahan.
Langkah-langkahnya sederhana:
Pertama, berdirilah di depan cermin untuk memperhatikan bentuk dan permukaan payudara. Kedua, angkat kedua tangan dan perhatikan apakah ada perubahan bentuk atau warna kulit. Ketiga, gunakan ujung jari untuk meraba seluruh area payudara secara melingkar, termasuk hingga ke ketiak, untuk merasakan apakah ada benjolan yang tidak biasa.
Menurut para tenaga medis, meski SADARI bukan pengganti pemeriksaan medis seperti mamografi, kebiasaan ini sangat membantu dalam menemukan tanda-tanda awal kanker payudara. Deteksi dini memberi peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bila penyakit ditemukan pada tahap lanjut.
Selain itu, kampanye SADARI juga menjadi bagian dari upaya global dalam meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan tubuhnya sendiri. Banyak komunitas dan lembaga kesehatan kini aktif mengadakan sosialisasi SADARI, terutama setiap bulan Oktober yang diperingati sebagai Bulan Peduli Kanker Payudara. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....