ASI : Bukan Sekedar Susu tapi Cerita Cinta
- 29 Okt 2025 21:24 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : ASI (Air Susu Ibu) adalah cairan istimewa yang mengandung nutrisi, antibodi, hormon, dan juga cinta, hal itu disampaikan oleh Nur Citra S.ST, Bdn, M.Kep salah satu dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan di Mozaik Indonesia Pro1 Tarakan.
Ia mengatakan bahwa ASI sebagai komunikasi yang indah dimana dalam proses menyusui melibatkan sentuhan kulit, tatapan mata, debar jantung, dan memberikan rasa aman, menjadikannya bentuk komunikasi paling indah antara ibu dan bayi. Ia juga mengatakan bahwa tubuh ibu secara otomatis menyesuaikan kandungan ASI sesuai dengan kebutuhan spesifik bayi, dan kandungannya bahkan bisa berbeda setiap harinya. Hal Inilah yang tidak bisa ditiru oleh susu formula.
Citra mengatakan bahwa ASI mengandung sel imun, antibodi, enzim, dan hormon yang terus berubah sesuai kebutuhan bayi. Susu formula tidak dapat meniru antibodi dan sel imun ini. ASI mudah dicerna oleh pencernaan bayi, sehingga bayi yang mengonsumsi ASI lebih sering lapar. Sebaliknya, susu formula lebih sulit dicerna sehingga bayi merasa kenyang lebih lama.
Setiap ASI dianggap berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Indikator kualitas ASI yang baik dapat dilihat dari pertambahan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi, bayi tampak aktif dan sering buang air kecil (pipis), dan bayi merasa puas setelah menyusu.
Sementara untuk tantangan dalam meyusui Citra menjelaskan bahwa terdapat beberapa tantangan diantaranya yaitu puting lecet, Ini sering terjadi akibat pelekatan yang kurang tepat. Bayi seharusnya tidak hanya mengisap puting, tetapi juga sebagian besar areaola (area hitam di sekitar puting). Penanganannya adalah dengan tetap menyusui dan memberikan pelembap untuk mengurangi nyeri. Selanjutnya yaitu puting tenggelam, Ini harusnya dipersiapkan sejak masa kehamilan.
Ibu hamil dengan puting tenggelam perlu edukasi dan upaya penarikan puting agar siap saat waktunya menyusui.
Berikutnya yaitu ASI bagi baru lahir sedikit, Ini normal (fisiologis), cairan kolostrum (ASI kuning) di hari pertama hingga ketiga berjumlah sedikit dan kaya antibodi. Ibu harus tetap menyusui di awal untuk menstimulasi produksi ASI, agar di hari ketiga dan seterusnya ASI bisa lancar. Yang terakhir yaitu bagi ibu yang bekerja disarakan menyetok ASI perah sekitar 2 minggu sebelum masa cuti berakhir.
Di akhir dialog Citra berpesan kepada ibu menyususi agar selalu percaya pada diri sendiri bahwa tubuh diciptakan sempurna untuk menyusui. ASI bukan sekadar susu, tetapi wujud cinta, ketulusan, dan kesabaran tanpa batas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....