Waspada Diabetes, Luka Kecil Bisa Berujung Amputasi
- 05 Agt 2025 16:15 WIB
- Tarakan
KBRN,Tarakan : Diabetes melitus adalah merupakan salah satu penyakit yang kerap tidak disadari kehadirannya. Gejala awal yang sering kali diabaikan seringkali tidak disadari sehingga membuat penanganan terlambat dan sudah terjadi komplikasi. Gejala yang sering kali muncul adalah seperti sering merasa lapar, berat badan menurun drastis, atau sering buang air kecil di malam hari,hal itu merupakan menjadi alarm tubuh yang patut diwaspadai.
Menurut Dewi Wijayanti, S.Kep., Ners., M.Kep., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan, dalam program dialog Mozaik di RRI Tarakan edisi 4 agustus 2025 mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam mengenali tanda-tanda diabetes dan melakukan deteksi dini.
“Diabetes ini sering disebut silent killer. Kita merasa tubuh sehat-sehat saja, padahal proses komplikasi sudah mulai berjalan,” ujarnya.
Salah satu komplikasi diabetes yang paling umum dan berisiko tinggi adalah luka pada kaki. Luka yang tampak kecil ,seringkali dianggap biasa dan jika tidak dirawat dengan benar, bisa menjadi infeksi berat dan bisa berujung amputasi.
“Banyak yang mengabaikan luka kecil di kaki. Padahal, pada pasien diabetes, luka kecil bisa menjadi besar karena sirkulasi darah yang terganggu,” jelasnya.
Dewi pun menjelaskan bahwa perawatan kaki pada penderita diabetes sebenarnya tidak sulit, asalkan dilakukan secara disiplin dan konsisten.Pencegahan dan Perawatan kaki yang bisa dilakukan sendiri diantaranya
- Kontrol Gula Darah Secara Berkala,Ideal kurang dari 200mg/dL ,jika sewaktu puasa 80-126 mg/Dl.
- Cuci Kaki dengan Air Hangat,Gunakan sabun yang biasa dipakai sehari-hari, hindari air panas dan gosokan berlebihan. Setelah itu, keringkan dengan handuk bersih yang menyerap air.
- Perhatikan Kondisi Kaki dan periksa setiap hari apakah ada lecet, ruam, gatal, atau luka kecil.
- Potong kuku secara lurus, tidak terlalu pendek, dan kikirlah bagian tajamnya dengan lembut.
- Boleh memakai lotion jika kulit kering, namun hindari area sela-sela jari karena bisa menyebabkan kelembaban berlebih dan jamur.
- Selalu Gunakan Alas Kaki,Baik di dalam rumah maupun di luar, selalu gunakan sandal atau sepatu yang tidak terlalu sempit dan tidak longgar. Periksa bagian dalam alas kaki sebelum digunakan untuk menghindari benda asing.
- Gunakan Kaos Kaki Jika Diperlukan dan gantilah kaos kaki jika sudah lembab atau basah.
“Jika ada luka atau bengkak yang tak kunjung sembuh, segera periksakan ke tenaga medis. Jangan diobati sendiri, apalagi menggunakan alat seadanya di rumah,” tegas Dewi. (Desyta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....