Kemasan Menarik, Mafindo Kaltara Ajak Masyarakat Cakap Digital

  • 19 Sep 2024 08:13 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Perkembangan zaman saat ini memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, terutama melalui bantuan teknologi. Beragam informasi dapat diakses melalui smartphone digenggaman (gawai). Namun, kemudahan ini justrul harus dibarengi dengan kecakapan digital.

Selama 2023 terdapat 2.330 hoaks yang dicatat oleh Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), dengan 1.200 lebih merupakan hoaks terkait Pemilu 2024. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pada 2019 sebanyak 644 hoaks pemilu.

“Banjir informasi yang menerpa masyarakat harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi yang cukup, serta kecakapan dalam menggunakan perangkat teknologi. Tidak sedikit warga yang menjadi korban hoaks, penipuan online, dan kejahatan siber lainnya memanfaatkan kondisi masyarakat yang kurang cakap digital”, jelas Koordinator Mafindo Kalimantan Utara Dr. Nurasikin, S.HI.,M.H., CPM, Rabu (12/9/2024).

Untuk itu, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Kaltara mengajak masyarakat lebih mengenal apa itu hoaks, serta belajar bersama mengenali dan mengantisipasi penyebaran hoaks di Masyarakat dengan kemasan menarik.

“Kita memiliki 10 Fasilitator disetiap kegiatannya untuk mendampingi peserta, para peserta akan mendapatkan materi dan alat peraga, games hoaks vs fakta, serta berbagai permainan dan kegiatan menarik lainnya, atau yang sering kami sebut Kampanye Prebunking atau penginderaan hoaks”, lanjut Wanita yang juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Hukum UBT ini.

Tujuannya ke siapa? Nurasiki melanjutkan, kepada generasi muda Tarakan dalam hal ini pelajar SMA, Mahasiswa, lansia dan Masyarakat Umum. “mereka semua adalah target Mafindo dalam mengkampanyekan cakap digital”, tambahnya.

Kampanye Prebunking ini selain bertujuan mengedukasi masyarakat, juga meningkatkan kesadaran dan keterampilan kritis dalam menghadapi informasi yang menyesatkan atau hoaks, menjelang gelaran Pilkada 2024. Peserta yang hadir, pertama-tama dipastikan dirinya telah terdaftar sebagai pemilih, serta ada banyak souvenir menarik bagi peserta yang terlibat aktif pada kampanye ini.

“Kampanye ini diharapkan semakin membuka kesadaran GenZ mengenai bahaya hoaks, sanksi pembuat dan penyebar hoaks, serta mengajak semua elemen masyarakat ikut terlibat memerangi hoaks,”

Nurasikin juga menyoroti penipuan online juga sedang marak di Indonesia, yang menyasar kelompok masyarakat rentan seperti lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang rendah kemampuan literasinya.

"Edukasi ini tidak hanya hoaks menjelang pemilukada 2024, juga penipuan online yang sedang marak. Edukasi ini penting dilakukan agar masyarakat mampu memanfaatkan kanal serta alat yang dapat digunakan untuk memverifikasi informasi yang diterimanya agar tidak ada kerugian materil maupun secara mental”, pungkasnya. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....