Memahami Perilaku Berbelanja Generasi Z

  • 09 Sep 2024 05:03 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Generasi Z, yang terdiri dari individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012, semakin mendominasi pasar belanja global dengan perilaku dan preferensi yang unik. Menurut Wulan Ayodya, dalam bukunya UMKM 4.0, Generasi Z betul-betul memanfaatkan keberadaan smartphone atau gadget untuk mendapatkan barang atau produk atau jasa yang mereka inginkan.

Hal ini diperkuat oleh temuan populix mengenai tingkat kepopuleran belanja online. Dari hasil riset yang melibatkan 6285 dari berbagai kalangan usia di Indonesia, ditemukan bahwa intensitas belanja online didominasi oleh kalangan generasi Z sebesar 35% dan generasi millenial sebesar 33%.

Generasi Z telah mengadopsi belanja online dengan cepat, memanfaatkan aplikasi e-commerce dan situs web untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Gen Z menunjukkan preferensi untuk berbelanja melalui platform-platform online, baik melalui e-commerce maupun social commerce, tanpa terkecuali media sosial. Kami melihat tren ini akan terus berlanjut dan berpotensi besar secara jangka panjang bagi industri logistik Tanah Air,” ungkap Chief Sales Officer Lion Parcel Arif Wibowo, dilansir dari medcom.id.

Selain itu, media sosial juga berpotensi dalam mempengaruhi perilaku belanja Generasi Z. Influencer di platform seperti TikTok dan Instagram memainkan peranan dalam merekomendasikan produk dan merek.

Namun begitu, tingkat pengetahuan digital generasi Z menunjang mereka untuk membuat banyak pertimbangan dalam keputusan berbelanja di platform online. Penelitian yang dilakukan Adhimurti Citra Amalia dan Gabriella Sagita Putri turut menegaskan hal tersebut.

“Keberadaan influencer social media memang cukup berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk, tetapi generasi Z masih melihat faktor lain seperti kualitas konten influencer, image influencer, reach yang ditujukkan melalui jumlah follower, like, dan comment, resonance yang ditunjukkan melalui share, dan relevance yang ditunjukkan melalui kesamaan profile influencer dengan pribadi responden,” tulis mereka dalam jurnal penelitian berjudul Analisa Pengaruh Influencer Social Media Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Generasi Z di Kota Surabaya.

Generasi Z juga cenderung memiliki keinginan untuk mengikuti sesuatu yang sedang trending atau merasa FoMO. Hal ini didasari dengan banyaknya produk yang mereka dapatkan karena terpengaruh oleh media sosial.

Nisrina Nadhifah dan Irni Rahmayani Johan, dalam penelitiannya berjudul Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Fear of Missing Out (FoMo) terhadap Pembelian Impulsif pada Generasi Z, menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh secara langsung terhadap fear of missing out (FoMO), selanjutnya fear of missing out (FoMO) berpengaruh secara langsung terhadap pembelian impulsif.

Perilaku belanja Generasi Z menunjukkan perubahan signifikan dalam cara orang berbelanja. Dengan dominasi belanja online dan pengaruh media sosial, para pelaku bisnis perlu beradaptasi dengan cepat untuk memenuhi tuntutan generasi ini. Mereka yang dapat memahami dan mengakomodasi kebiasaan belanja Generasi Z akan berada dalam posisi yang kuat untuk sukses di pasar yang semakin kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....