Ayo Mengenal Kapal Perang Siluman Buatan Anak Bangsa

  • 25 Mei 2024 14:51 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Dalam jajaran aramada kapal cepat rudal TNI Angkatan Laut, yang termodern adalah KCR Trimaran hasil produksi PT Lundin Industry Invest yang berbasis di Banyuwangi.

Kapal pertama di kelasnya mulai dibangun tahun 2005 dan diluncurkan tahun 2012 yang mendapatkan nama resmi KRI Klewang-625.

Kapal cepat berlunas tiga ini (seperti kapal bercadik) struktur utamanya terbuat dari konstruksi sandwich dengan lapisan kulit komposit serat karbon yang lebih ringan daripada konstruksi metal.

Telah mengadopsi desain siluman agar mampu menginduksi panas dan sulit dideteksi oleh radar lawan.

Bagian depan kapal didesain meruncing agar dapat melaju kencang dipermukaan air menembus ombak setinggi 6 m sambil melakukan taktik hit and run.

Sebagai penggeraknya berupa empat MAN 1800 marine diesel engine berdaya 1.800 ps dan empat waterjet MJP550. Kecepatan maksimumnya 35 knot dengan jangkauan operasi 2.000 nm.

Untuk spesifikasinya, KRI Klewang memiliki dimensi panjang 63 m dan lebar 16 m, draft 1,2 m dan berat benaman 219 ton. Kapal menampung 29 orang awak.

Sebagai persenjataan utamanya adalah rudal anti kapal C-705 buatan China dan dibekali kanon otomatis Type 730 kaliber 30 mm.

Sayangnya, kapal siluman ini hanya berumur sangat pendek yang belum genap satu bulan, bahkan belum sempat diserahterimakan kepada TNI AL.

Naas, kapal terbakar habis saat perbaikan pada 28 September 2012 sore hari di Lanal Banyuwangi dan tidak bisa diselamatkan.

Sebagai gantinya, PT Lundin Industry Invest membangun kapal baru kedua yang resmi diluncurkan pada 21 Agustus 2021 dari fasilitas pabrik di Pantai Cacalan, Banyuwangi.

Kapal yang mendapatkan nama resmi KRI Golok-688 ini secara tampilan serupa dengan pendahulunya KRI Klewang-625. Namun telah mengadopsi material komposit jenis baru yang tahan api atau tidak mudah terbakar.

Mateial ini memiliki sifat lebih kuat dan lebih ringan dibanding dengan metal, dapat mereduksi massa benda, anti karat, anti penyok, meningkatkan peredaman suara, dan getaran.

Selain itu KRI Golok juga mengadopsi persenjatan baru atau berbeda dengan KRI Klewang.

Kapal ini mengusung rudal RBS-15 Mk3 dan kanon otomatis Bofors 40 Mk4 kaliber 40 mm buatan Swedia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....