Mengapa Makanan di Pesawat Terasa Berbeda
- 29 Sep 2026 12:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pernahkah Anda merasa makanan yang sebenarnya biasa saja menjadi terasa kurang nikmat ketika disantap di dalam pesawat? Ternyata, pengalaman tersebut bukan semata-mata karena makanan pesawat memiliki rasa yang berbeda. Lingkungan di dalam kabin pesawat juga dapat memengaruhi bagaimana manusia merasakan makanan.
Ketika pesawat berada di ketinggian, udara di dalam kabin menjadi lebih kering dan tekanan udara rendah dibandingkan kondisi di permukaan tanah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan hidung dalam menangkap aroma makanan. Padahal, aroma memiliki peran penting dalam persepsi rasa.
Selain itu, kondisi kabin yang bising juga dapat memengaruhi pengalaman seseorang ketika makan. Suara mesin pesawat yang terus terdengar membuat suasana makan berbeda dengan ketika seseorang menikmati makanan di rumah atau restoran yang tenang.
Karena itu, makanan yang sama bisa terasa berbeda ketika dimakan di tempat berbeda. Bukan berarti lidah kita tiba-tiba berubah, melainkan indera penciuman, pendengaran, dan lingkungan sekitar ikut berperan dalam membentuk pengalaman makan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa menikmati makanan ternyata bukan hanya persoalan lidah. Aroma, tekstur, suhu, suara, bahkan suasana tempat makan dapat memengaruhi bagaimana otak kita menilai sebuah hidangan. Jadi, kalau suatu saat makanan terasa berbeda ketika disantap di dalam pesawat, mungkin bukan persoalan kokinya, namun lingkungan yang sedang ikut “memasak” pengalaman rasa kita. (RV)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....