Cendana, dari Nusa Tenggara Melangkah Jauh ke Mancanegara.
- 31 Agt 2026 07:28 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan : Kayu cendana merupakan salah satu jenis kayu yang sejak dahulu dikenal karena aromanya yang khas. Tanaman yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur, terutama Nusa Tenggara Timur, ini memiliki nilai ekonomi sekaligus sejarah yang panjang. Bahkan, aroma cendana telah membuat kayu tersebut digunakan dalam berbagai keperluan sejak berabad-abad lalu.
Salah satu keunikan cendana adalah aromanya tidak hanya berasal dari bagian kulit atau permukaan kayu. Minyak atsiri yang menghasilkan aroma khas justru banyak terdapat di bagian kayu teras, yaitu bagian kayu yang berada di tengah batang. Semakin tua dan matang pohonnya, biasanya kandungan minyak pada kayu teras semakin tinggi sehingga aromanya menjadi lebih kuat.
Keistimewaan lainnya, aroma cendana dapat bertahan cukup lama. Hal ini membuat kayu tersebut sejak dahulu dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan wewangian, dupa, minyak atsiri, hingga kerajinan dan ukiran. Dalam sejumlah tradisi masyarakat, cendana juga memiliki nilai budaya dan digunakan dalam berbagai kegiatan adat.
Cendana juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah Nusa Tenggara Timur. Kayu ini pernah menjadi salah satu komoditas perdagangan penting dari wilayah tersebut. Aromanya yang khas membuat cendana bernilai tinggi dan diperdagangkan hingga ke berbagai wilayah di luar kepulauan Indonesia.
Namun, pertumbuhan pohon cendana tergolong tidak cepat dan keberadaannya perlu dijaga. Karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan membutuhkan waktu untuk mencapai ukuran serta kualitas kayu yang baik, pelestarian dan penanaman kembali menjadi penting. Keunikan cendana akhirnya bukan hanya terletak pada wanginya, tetapi juga pada nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan kekayaan alam yang melekat padanya. RV
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....