Kekaisaran Jepang, Raja dengan Tradisi sangat Tertutup

  • 30 Agt 2026 21:24 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Jepang merupakan salah satu negara yang masih mempertahankan institusi kekaisaran tertua di dunia. Kaisar Jepang atau Tenno memiliki posisi yang sangat berbeda dibandingkan raja dalam kerajaan absolut. Dalam sistem pemerintahan modern Jepang, Kaisar berperan sebagai simbol negara dan persatuan rakyat, bukan sebagai pemegang kekuasaan politik.

Salah satu hal menarik dari keluarga kekaisaran Jepang adalah kehidupan mereka yang diatur oleh berbagai tradisi dan aturan yang sangat ketat. Bahkan, sejumlah kegiatan sehari-hari anggota keluarga kekaisaran memiliki tata cara khusus yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Kaisar Jepang juga memiliki tradisi yang berkaitan erat dengan Shinto. Salah satu ritual penting adalah Daijosai, yaitu upacara setelah penobatan seorang kaisar. Dalam ritual tersebut, Kaisar melakukan serangkaian kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur kekaisaran dan dewi matahari Amaterasu.

Menariknya, kehidupan pribadi keluarga kekaisaran Jepang juga tidak sepenuhnya bebas seperti masyarakat pada umumnya. Pernikahan, pendidikan, serta berbagai kegiatan resmi mereka mendapat perhatian besar dan sebagian diatur oleh lembaga yang menangani urusan rumah tangga kekaisaran.

Keberadaan Kekaisaran Jepang menunjukkan bagaimana sebuah institusi yang memiliki sejarah sangat panjang dapat bertahan di tengah negara modern. Tradisi kuno tetap dipertahankan, sementara peran Kaisar disesuaikan dengan sistem demokrasi Jepang saat ini. RV

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....