Kalap Belanja saat Sedih Melanda, Wajarkah?
- 30 Jul 2026 18:28 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Sebagian orang memilih berbelanja ketika sedang merasa sedih, kecewa, atau tertekan. Kebiasaan yang dikenal sebagai emotional spending ini merupakan salah satu cara otak mencari rasa nyaman dalam waktu singkat untuk meredakan emosi yang sedang dirasakan.
Saat membeli sesuatu yang diinginkan, otak melepaskan zat kimia bernama dopamin yang berhubungan dengan rasa senang dan penghargaan. Inilah sebabnya aktivitas berbelanja dapat memberikan perasaan bahagia sesaat meskipun tidak selalu menyelesaikan masalah yang menjadi penyebab kesedihan.
Namun, apabila dilakukan secara berlebihan, emotional spending dapat menimbulkan penyesalan, terutama ketika pembelian dilakukan tanpa perencanaan dan melebihi kemampuan keuangan. Tidak sedikit orang yang justru merasa lebih stres setelah menyadari pengeluaran yang telah dilakukan.
Para psikolog menyarankan agar masyarakat mengenali terlebih dahulu emosi yang sedang dirasakan sebelum memutuskan berbelanja. Mengalihkan perhatian dengan berolahraga, berbicara dengan orang terdekat, atau melakukan hobi dapat menjadi pilihan yang lebih sehat dalam mengelola emosi. RV
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....