Ini Sejarah Pembalut Menstruasi Pertama Diciptakan
- 31 Mei 2026 18:10 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pembalut haid modern mulai berkembang pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Salah satu produk pembalut sekali pakai pertama yang dipasarkan secara luas muncul sekitar tahun 1888 oleh perusahaan bernama Johnson & Johnson dengan produk bernama Lister’s Towels.
Namun, pembalut modern yang lebih populer mulai dikenal pada tahun 1920 ketika perusahaan Kimberly-Clark meluncurkan merek Kotex. Produk ini terinspirasi dari bahan penyerap yang sebelumnya digunakan perawat saat Perang Dunia I untuk menyerap darah luka tentara.
Sebelum adanya pembalut modern, wanita di berbagai zaman menggunakan kain, kapas, wol, rumput kering, bahkan bahan alami lainnya sebagai alat menyerap darah menstruasi. Penggunaannya tentu belum sepraktis dan sebersih produk masa kini.
Seiring perkembangan teknologi, pembalut kini hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari pembalut tipis, pembalut malam, hingga produk ramah lingkungan yang dapat dipakai ulang.
Inovasi tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kebersihan selama menstruasi.
Perkembangan produk kesehatan wanita juga dianggap membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan reproduksi perempuan. (RV)
Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Minum Berdiri
RRI.CO.ID, Tarakan – Kebiasaan minum sambil berdiri sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Namun, sejumlah ahli kesehatan menyebut posisi tubuh saat minum ternyata dapat memengaruhi kenyamanan sistem pencernaan dan cara tubuh memproses cairan yang masuk.
Saat seseorang minum dalam posisi berdiri, air cenderung masuk ke lambung lebih cepat karena pengaruh gravitasi. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh, kembung, atau mudah tersedak apabila minum terlalu cepat.
Sementara ketika minum sambil duduk, tubuh berada dalam posisi lebih rileks sehingga proses menelan dan aliran cairan menuju lambung berlangsung lebih perlahan. Posisi ini juga membantu tubuh lebih nyaman dalam mengatur pernapasan saat minum.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa minum sambil berdiri umumnya tidak langsung menyebabkan gangguan kesehatan serius pada orang sehat. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut secara langsung merusak organ tubuh.
Namun bagi penderita gangguan asam lambung atau masalah pencernaan tertentu, minum sambil duduk dinilai lebih nyaman karena membantu mengurangi risiko rasa begah dan refluks asam lambung.
Selain posisi tubuh, ahli kesehatan juga mengingatkan pentingnya memperhatikan jumlah dan kecepatan minum. Mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari membantu menjaga fungsi organ, suhu tubuh, serta mencegah dehidrasi.
Dianjurkan membiasakan pola hidup sehat sederhana, termasuk minum secara perlahan dan tidak terburu-buru, agar tubuh dapat bekerja lebih optimal dan nyaman dalam menjalankan proses pencernaan. (RV)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....